SLEMAN — Suasana berbeda terlihat setiap Sabtu di MTs Miftahunnajah. Bukan sekadar belajar di dalam kelas, para siswa mengikuti kegiatan ekstrakurikuler kepramukaan dengan penuh semangat. Melalui berbagai aktivitas praktik, siswa diajak belajar menjadi pribadi yang mandiri, terampil, tangguh, dan mampu bekerja sama.
Kegiatan kepramukaan di MTs Miftahunnajah dilaksanakan secara rutin setiap pekan, setiap hari Sabtu. Beragam materi diberikan secara bertahap dan dikemas dalam kegiatan yang aktif serta menyenangkan.
Salah satu kegiatan yang menarik perhatian siswa adalah latihan membuat tandu. Dalam kegiatan tersebut, siswa tidak hanya belajar teknik kepramukaan, tetapi juga dituntut mampu bekerja sama, membagi tugas, serta menyelesaikan tantangan secara bersama-sama.
Kegiatan lainnya adalah pionering, di antaranya membuat dragbar dan pionering kaki tiga. Dengan memanfaatkan tali dan tongkat, siswa belajar membuat berbagai konstruksi sederhana yang membutuhkan ketelitian, kekompakan, serta pemahaman terhadap teknik simpul dan ikatan.
Bagi siswa, kegiatan seperti ini memberikan pengalaman belajar yang berbeda. Mereka tidak hanya menerima penjelasan secara teori, tetapi langsung mempraktikkan keterampilan yang dipelajari. Dari proses tersebut, muncul berbagai pengalaman berharga: belajar mencoba, menghadapi kesalahan, memperbaiki, dan menyelesaikan pekerjaan hingga tuntas.
Kegiatan kepramukaan juga menjadi ruang bagi siswa untuk mengembangkan kemampuan sosial. Dalam setiap latihan, mereka belajar berkomunikasi, bekerja dalam tim, saling membantu, dan bertanggung jawab terhadap tugas yang diberikan.
Bagi MTs Miftahunnajah, kepramukaan merupakan bagian dari komitmen madrasah dalam memberikan pengalaman pendidikan yang utuh kepada peserta didik. Pendidikan tidak hanya diarahkan pada pencapaian akademik, tetapi juga pada pembentukan karakter dan keterampilan hidup.
Hal tersebut sejalan dengan visi MTs Miftahunnajah, yaitu Qudwah. Semangat tersebut diwujudkan melalui berbagai pengalaman belajar yang memungkinkan siswa tumbuh menjadi pribadi yang mampu menjadi teladan, baik dalam sikap maupun tindakan.
Melalui kepramukaan, siswa belajar nilai-nilai yang tidak selalu dapat diperoleh hanya dari buku pelajaran: kemandirian, kedisiplinan, tanggung jawab, kepemimpinan, kerja sama, ketangguhan, dan kepedulian terhadap sesama.
Karena itu, kegiatan setiap Sabtu bukan sekadar rutinitas ekstrakurikuler. Di balik latihan membuat tandu, dragbar, pionering kaki tiga, dan berbagai keterampilan lainnya, ada proses pendidikan karakter yang terus dibangun.
MTs Miftahunnajah meyakini bahwa pengalaman nyata merupakan bagian penting dalam proses tumbuh kembang anak. Dengan memberikan ruang untuk mencoba dan mengalami secara langsung, madrasah berupaya mempersiapkan siswa agar tidak hanya unggul dalam akademik, tetapi juga memiliki bekal keterampilan dan karakter untuk menghadapi kehidupan.
Belajar bukan hanya tentang apa yang diketahui, tetapi juga tentang apa yang mampu dilakukan. Dari kepramukaan, siswa MTs Miftahunnajah belajar untuk mandiri, bekerja sama, dan menjadi pribadi yang siap menghadapi berbagai tantangan kehidupan.



Tinggalkan Komentar