
Dok. Kamad sedang memimpin rapat
SLEMAN, 2 November 2026 — Tiga agenda strategis menjadi fokus utama dalam pembinaan Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) MA Miftahunnajah Sleman. Mulai dari penguatan sinergi dan prestasi GTK, optimalisasi pendampingan studi lanjut santri, hingga penguatan budaya ramah lingkungan melalui program Zero Waste. Ketiganya menjadi arah gerak bersama untuk meningkatkan kualitas pendidikan dan daya saing madrasah.
Ketiga fokus tersebut mengemuka dalam kegiatan pembinaan GTK yang menjadi bagian dari agenda rutin bulanan MA Miftahunnajah Sleman, Senin (2/11/2026). Kegiatan dipimpin langsung oleh Kepala Madrasah, Ustaz Budi Setiyo Prabowo, M.Pd., sebagai momentum evaluasi, penguatan komitmen, sekaligus penyamaan langkah seluruh unsur madrasah.
Dalam arahannya, Ustaz Budi menegaskan bahwa kemajuan madrasah tidak dibangun oleh satu atau dua orang, melainkan melalui kontribusi seluruh elemen yang bekerja dalam satu visi. Setiap guru dan tenaga kependidikan memiliki peran strategis yang saling melengkapi. Karena itu, komunikasi, kolaborasi, dan kesungguhan dalam menjalankan amanah menjadi fondasi utama untuk mewujudkan madrasah yang unggul.
Pertama, memperkuat sinergi GTK dan membangun budaya prestasi. Seluruh GTK didorong untuk meningkatkan kapasitas diri, profesionalisme, dan motivasi berprestasi. Guru tidak cukup hanya menjalankan tugas pembelajaran, tetapi juga perlu terus berinovasi, mengembangkan kompetensi, menghasilkan karya, serta berani mengambil peluang untuk meraih prestasi di tingkat madrasah, kabupaten, provinsi, hingga nasional. Semangat berprestasi harus menjadi budaya bersama, bukan hanya pencapaian individu.
Kedua, menyukseskan studi lanjut melalui pendampingan santri yang terarah. Keberhasilan santri melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi membutuhkan keterlibatan seluruh GTK. Guru diharapkan mengambil peran aktif dalam membangun budaya akademik, memberikan motivasi, pendampingan, dan arahan kepada santri agar memiliki kesiapan serta kepercayaan diri dalam merencanakan masa depan pendidikan. Program studi lanjut bukan hanya tanggung jawab satu bidang, melainkan agenda bersama seluruh elemen madrasah.
Ketiga, menguatkan Zero Waste sebagai budaya dan keteladanan. Program kepedulian lingkungan harus diwujudkan melalui tindakan nyata, bukan berhenti pada imbauan. Guru dan tenaga kependidikan diharapkan menjadi teladan dalam membiasakan hidup bersih, mengurangi produksi sampah, menggunakan sumber daya secara bijak, serta membangun perilaku ramah lingkungan di lingkungan madrasah. Dengan demikian, pendidikan kepedulian lingkungan tidak hanya disampaikan melalui materi, tetapi juga ditanamkan melalui kebiasaan sehari-hari.
Ketiga agenda tersebut memiliki keterkaitan yang kuat. Sinergi GTK menjadi penggerak, keberhasilan studi lanjut menjadi salah satu orientasi capaian pendidikan santri, sedangkan Zero Waste menjadi wujud tanggung jawab madrasah dalam membangun karakter dan kepedulian lingkungan.
Melalui pembinaan bulanan ini, MA Miftahunnajah Sleman kembali meneguhkan komitmen untuk membangun ekosistem pendidikan yang kolaboratif, berprestasi, dan berkelanjutan. Setiap GTK diharapkan mampu menerjemahkan arahan tersebut menjadi kontribusi konkret sesuai tugas dan tanggung jawab masing-masing.
Satu komando, sejuta kontribusi. Bersinergi dalam langkah, berprestasi dalam karya, dan berdampak bagi sesama serta lingkungan.
Sumber berita: MA Miftahunnajah Sleman, Satu Komando, Sejuta Kontribusi! Perkuat Sinergi GTK, Cetak Prestasi Nasional, Sukseskan Studi Lanjut, dan Wujudkan Zero Waste.
Tinggalkan Komentar