SLEMAN, Miftahunnajah Media – Keberhasilan Madrasah Aliyah (MA) Miftahunnajah Sleman mencatatkan angka partisipasi sempurna 100% dalam Survei Lingkungan Belajar (Sulingjar) 2026 mendapat sambutan hangat dari pucuk pimpinan lembaga. Direktur Pesantren Miftahunnajah, Ustaz Muhamad Mujari, secara khusus menyampaikan rasa bangga dan apresiasi yang mendalam atas loyalitas serta sinergi luar biasa yang ditunjukkan oleh seluruh civitas akademika.
Evaluasi nasional yang digelar pemerintah ini berhasil diselesaikan dengan hasil yang sangat memuaskan. Tidak hanya sukses menggalang partisipasi total dari 25 Asatidz dan 1 Kepala Madrasah, MA Miftahunnajah Sleman juga berhasil meraih rata-rata nilai capaian sebesar 99,6% dengan predikat Sangat Baik.
Penghargaan Tinggi untuk Dedikasi Para Asatidz
Ustaz Muhamad Mujari menegaskan bahwa esensi utama dari pencapaian ini adalah kuatnya rasa kebersamaan dan tanggung jawab yang dimiliki oleh para pendidik. Di tengah padatnya aktivitas mengajar dan mengasuh santri di pesantren, para asatidz tetap menunjukkan komitmen penuh untuk menyukseskan program evaluasi mutu ini.
“Apresiasi setinggi-tingginya dan terima kasih yang mendalam saya sampaikan kepada seluruh civitas akademika MA Miftahunnajah, khususnya para asatidz hebat. Kolaborasi, kekompakan, dan partisipasi aktif yang antum berikan adalah energi utama yang menggerakkan roda perubahan positif di pesantren ini,” ungkap Ustaz Muhamad Mujari, M.Pd.
Beliau menambahkan bahwa pengisian Sulingjar secara jujur dan menyeluruh ini merupakan wujud khidmah nyata para guru dalam memotret kondisi lingkungan belajar secara objektif demi kebaikan santri dan lembaga di masa depan.
Mengenal Sulingjar: Desain Evaluasi Mutu oleh Pemerintah
Sulingjar sendiri merupakan instrumen evaluasi strategis yang didesain oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) sebagai bagian integral dari Asesmen Nasional (AN). Berbeda dengan ujian konvensional yang menguji kemampuan akademik siswa, Sulingjar dirancang khusus untuk memotret dan mengukur kualitas input serta proses pembelajaran dari sudut pandang para pendidik dan kepala satuan pendidikan.
Melalui Sulingjar, pemerintah mengukur berbagai aspek krusial penunjang pendidikan, di antaranya:
Data objektif yang dikumpulkan melalui Sulingjar ini tidak digunakan untuk memberikan nilai atau menghakimi performa individu guru, melainkan diolah secara kolektif menjadi Rapor Pendidikan. Rapor inilah yang menjadi pijakan utama bagi madrasah untuk melakukan Perencanaan Berbasis Data (PBD) demi perbaikan mutu yang berkesinambungan.
Bergerak Bersama Demi Mutu Pesantren
Bagi Pesantren Miftahunnajah, capaian angka 99,6% dalam Sulingjar menjadi bukti nyata bahwa ekosistem pendidikan yang dibangun bersama oleh para asatidz telah berhasil menciptakan iklim belajar yang aman, nyaman, islami, dan berkualitas tinggi sesuai dengan standar ideal yang ditetapkan pemerintah.
Pihak lembaga memandang kontribusi pemikiran yang diberikan oleh setiap pendidik dalam survei ini sebagai aset berharga untuk merancang perbaikan mutu pendidikan yang berkelanjutan.
Menutup pesan apresiasinya, Ustaz Muhamad Mujari mengajak seluruh elemen pesantren untuk terus menjaga soliditas ini. Dengan memegang teguh prinsip “Bersama melangkah, bersama memperbaiki, bersama meraih kebaikan”, beliau optimis bahwa sinergi erat civitas akademika akan membawa MA Miftahunnajah Sleman tumbuh menjadi madrasah yang semakin hebat, maju, dan terus diberkahi. Barakallahu fiikum.
admin

Tinggalkan Komentar