Tentu. Saya sarankan angle beritanya bukan sekadar “mengikuti lomba”, tetapi menonjolkan proses seleksi dan pendampingan internal madrasah, banyaknya peserta, serta komitmen MA Miftahunnajah memperluas pengalaman kompetisi siswa hingga tingkat Kabupaten Sleman.
Sleman — Semangat berkompetisi dan mengembangkan potensi akademik kembali ditunjukkan siswa-siswi MA Miftahunnajah Sleman. Puluhan siswa terpilih melalui proses seleksi dan pendampingan di tingkat madrasah untuk mengikuti Olimpiade Madrasah Indonesia (OMI) Sains dan Riset 2026 tingkat Kabupaten Sleman.
Keikutsertaan dalam OMI 2026 menjadi bagian dari komitmen MA Miftahunnajah untuk memberikan ruang seluas-luasnya kepada siswa dalam mengembangkan kemampuan, menguji kompetensi, sekaligus memperoleh pengalaman berharga melalui kompetisi di tingkat yang lebih tinggi dan lebih luas.
OMI (Olimpiade Madrasah Indonesia) merupakan ajang kompetisi sains dan riset bagi peserta didik madrasah jenjang MI/SD, MTs/SMP, dan MA/SMA sederajat yang diselenggarakan oleh Direktorat KSKK Madrasah, Ditjen Pendidikan Islam. Ajang ini menjadi salah satu panggung bergengsi bagi madrasah untuk mempertemukan potensi terbaik peserta didik di bidang sains dan riset.
Pada cabang OMI Sains tingkat Kabupaten Sleman, sebanyak 18 siswa MA Miftahunnajah mengikuti kompetisi yang dilaksanakan pada 7–8 September 2026 di MAN 3 Sleman.
Para peserta sebelumnya telah melalui proses seleksi dan pendampingan di tingkat madrasah. Mereka kemudian dipersiapkan untuk berkompetisi dalam enam bidang mata pelajaran terintegrasi, yaitu Fisika, Matematika, Kimia, Geografi, Ekonomi, dan Biologi.
Dua guru pendamping yang turut membersamai peserta OMI Sains adalah Yoga Rianda Diwangkara, S.Pd. dan Marlinda Putri, S.Pd.Gr.
Adapun 18 peserta OMI Sains MA Miftahunnajah Sleman adalah:
Fisika Terintegrasi
Matematika Terintegrasi
Kimia Terintegrasi
Geografi Terintegrasi
Ekonomi Terintegrasi
Biologi Terintegrasi
Keikutsertaan tersebut menunjukkan bahwa minat siswa terhadap kompetisi akademik terus tumbuh. Madrasah tidak hanya memberikan kesempatan kepada siswa yang telah memiliki pengalaman berprestasi, tetapi juga membuka ruang bagi lebih banyak siswa untuk berani mencoba, belajar, dan mengembangkan kemampuan mereka.
Tidak hanya OMI Sains, MA Miftahunnajah juga berpartisipasi dalam OMI Riset 2026. Sebanyak 28 siswa terlibat dalam rangkaian kompetisi riset dengan pendampingan Nur Fitriana Ariyanti, S.Si. Gr., M.Biotech.
Peserta OMI Riset berasal dari kelas X dan XI. Mereka adalah:
OMI Riset memiliki rangkaian tahapan yang lebih panjang. Setelah pendaftaran dan unggah proposal pada 22 Agustus–2 September 2026, hasil penilaian proposal diumumkan pada 7 September. Peserta kemudian mengikuti presentasi proposal pada 9–11 September, dilanjutkan dengan proses bimbingan dan pelaksanaan riset pada 12 September–20 Oktober 2026.
Tahapan berikutnya meliputi presentasi hasil riset pada 21–23 Oktober, pengumuman nilai presentasi pada 27 Oktober, unggah hasil riset dan draf artikel pada 29–31 Oktober, hingga presentasi final dan expo pada 10–12 November 2026.
Rangkaian tersebut memberikan pengalaman kepada siswa untuk tidak berhenti pada kemampuan menjawab soal, tetapi juga belajar menemukan persoalan, menyusun gagasan, melakukan penelitian, mengolah hasil, menyusun karya ilmiah, dan mempresentasikan temuannya.
Bagi MA Miftahunnajah, kompetisi bukan semata-mata tentang siapa yang menjadi juara. Lebih jauh, kompetisi merupakan bagian dari proses pendidikan untuk membentuk siswa yang memiliki keberanian mencoba, daya juang, kemampuan berpikir, serta kesiapan menghadapi tantangan di luar lingkungan madrasah.
Antusiasme siswa yang terus tumbuh setiap tahun menjadi modal penting bagi madrasah untuk semakin aktif menghadirkan berbagai ruang kompetisi. Dari proses seleksi di tingkat madrasah, pendampingan bersama guru, hingga bertanding di tingkat Kabupaten Sleman, setiap tahapan menjadi pengalaman pembelajaran yang bernilai.
Melalui OMI Sains dan Riset 2026, MA Miftahunnajah kembali menegaskan komitmennya untuk mewadahi pengalaman santri dalam berkompetisi di tingkat yang lebih tinggi dan lebih luas.
Sebab, keberanian untuk tampil di panggung kompetisi adalah bagian dari perjalanan menuju prestasi. Hari ini belajar dan berkompetisi, esok tumbuh menjadi generasi yang mampu berkarya dan memberikan kontribusi.
Semangat tersebut terus dirawat di MA Miftahunnajah: memberi kesempatan kepada lebih banyak anak untuk menemukan potensinya, mengasah kemampuannya, dan memiliki pengalaman prestasi yang bermakna.
Tinggalkan Komentar