
Dok. Dafii dan peserta lain lolos Sertifikasi Hafalan Qur’an
Sleman, 17 Oktober 2026 — Sembilan santri MA Miftahunnajah Sleman dinyatakan lulus Sertifikasi Hafalan Al-Qur’an HAWASI UII 2026. Mereka berhasil meraih sertifikasi pada kategori hafalan 5, 10, dan 15 juz. Salah satu peserta, Yumnanuha Aulia, turut meraih predikat Peserta Terbaik pada kategorinya.
Capaian ini menjadi hasil positif dari pembinaan tahfiz yang dijalani para santri. Keikutsertaan dalam sertifikasi juga memberikan kesempatan bagi mereka untuk mengukur kemampuan hafalan, menjaga kualitas bacaan, dan meningkatkan kesungguhan dalam berinteraksi dengan Al-Qur’an.
Sertifikasi Hafalan Al-Qur’an HAWASI UII merupakan program uji kompetensi hafalan yang diselenggarakan oleh HAWASI (Hafizh-Hafizhah Mahasiswa Universitas Islam Indonesia) di bawah naungan Direktorat Pendidikan dan Pengembangan Agama Islam (DPPAI) Universitas Islam Indonesia (UII). Rangkaian kegiatan sertifikasi tahun 2026 ini dilaksanakan mulai 14 Agustus 2026.
Berdasarkan hasil sertifikasi HAWASI UII 2026, berikut sembilan santri MA Miftahunnajah Sleman yang berhasil dinyatakan lulus.
Kategori 5 Juz
Santri putra:
Santri putri:
Kategori 10 Juz
Kategori 15 Juz
Keberhasilan sembilan santri tersebut menunjukkan kesungguhan mereka dalam mempersiapkan diri menghadapi pengujian hafalan. Proses ini membutuhkan kedisiplinan dalam murajaah, ketekunan menjaga hafalan, serta konsistensi dalam memperbaiki kualitas bacaan Al-Qur’an.
Di antara capaian tersebut, Yumnanuha Aulia memperoleh predikat Peserta Terbaik pada kategorinya. Prestasi ini menjadi apresiasi tersendiri atas usaha dan kesungguhannya dalam mengikuti sertifikasi hafalan Al-Qur’an.
Pencapaian tersebut diharapkan dapat menjadi motivasi bagi Yumnanuha Aulia untuk terus menjaga hafalan dan meningkatkan kualitas bacaannya. Prestasi ini juga diharapkan menginspirasi santri lainnya untuk semakin tekun dalam menghafal, mengulang, serta mempelajari Al-Qur’an.
Bagi para peserta, sertifikasi tidak hanya menjadi sarana memperoleh pengakuan atas capaian hafalan melalui syahadah atau sertifikat tahfiz, tetapi juga kesempatan untuk mengevaluasi kemampuan dan mendorong peningkatan kualitas hafalan secara berkelanjutan.
MA Miftahunnajah Sleman memandang capaian ini sebagai bagian dari ikhtiar membentuk generasi Qur’ani. Pembinaan Al-Qur’an tidak hanya berorientasi pada jumlah juz yang dihafalkan, tetapi juga pada pembentukan karakter, kedisiplinan, tanggung jawab, dan kecintaan terhadap kitabullah.
Keberhasilan para santri juga tidak terlepas dari kesungguhan mereka dalam berlatih, bimbingan ustadz dan ustadzah, serta dukungan dan doa dari berbagai pihak yang mendampingi proses pembinaan.
Madrasah menyampaikan selamat dan apresiasi kepada sembilan santri yang telah lulus sertifikasi, khususnya Yumnanuha Aulia atas predikat Peserta Terbaik yang diraih. Apresiasi juga diberikan kepada para ustadz dan ustadzah yang telah memberikan bimbingan, pendampingan, motivasi, dan doa selama proses persiapan hingga pelaksanaan sertifikasi.
Semoga capaian ini menjadi penyemangat bagi seluruh santri MA Miftahunnajah Sleman untuk terus menjaga hafalan, memperbaiki bacaan, memahami kandungan Al-Qur’an, serta mengamalkan nilai-nilainya dalam kehidupan sehari-hari.
Dengan demikian, prestasi dalam sertifikasi hafalan Al-Qur’an diharapkan tidak berhenti pada pengakuan formal, tetapi menjadi bagian dari perjalanan panjang dalam menumbuhkan generasi Qur’ani yang berakhlak mulia, berilmu, dan memberikan manfaat bagi umat.


Tinggalkan Komentar