
Dok. Gladi TKA santriwati di SLC
Sleman — MA Miftahunnajah Sleman melaksanakan gladi resik Tes Kemampuan Akademik (TKA) pada 12–15 Oktober 2026. Kegiatan selama empat hari ini menjadi bagian dari persiapan peserta didik dalam menghadapi TKA 2026, sekaligus sarana untuk mengevaluasi kesiapan teknis penyelenggaraan asesmen di madrasah.
Pelaksanaan gladi resik dilakukan dengan mekanisme yang menyerupai asesmen sesungguhnya. Melalui kegiatan ini, siswa memperoleh pengalaman langsung dalam mengikuti prosedur ujian, memahami petunjuk pengerjaan, mengelola waktu, serta menjaga konsentrasi selama mengerjakan soal.
Persiapan tersebut menjadi perhatian madrasah, mengingat MA Miftahunnajah Sleman berhasil menempati peringkat ke-4 tingkat Daerah Istimewa Yogyakarta untuk jenjang SMA/MA/SMK pada pelaksanaan TKA 2025. Capaian tersebut menjadi salah satu tolok ukur sekaligus bahan evaluasi untuk meningkatkan kualitas pembelajaran dan mempersiapkan siswa menghadapi asesmen tahun ini.
Gladi resik memberikan kesempatan kepada siswa untuk mengenali kondisi pelaksanaan TKA sebelum menghadapi asesmen yang sebenarnya. Selain mengukur kesiapan dalam mengerjakan soal, kegiatan ini membantu siswa membiasakan diri dengan tata tertib, pengelolaan waktu, ketelitian, dan konsentrasi.
Pengalaman tersebut juga dapat digunakan untuk mengidentifikasi kendala yang masih dihadapi siswa, baik dalam memahami materi maupun mengatur waktu pengerjaan. Hasil evaluasi menjadi bahan perbaikan agar persiapan berikutnya dapat dilakukan secara lebih terarah.
Kesiapan mental turut menjadi bagian penting dalam proses ini. Siswa didorong untuk membangun kepercayaan diri, menjaga ketenangan, serta mengerjakan asesmen dengan disiplin dan jujur. Dengan demikian, persiapan TKA tidak hanya berorientasi pada hasil akademik, tetapi juga penguatan karakter dan tanggung jawab peserta didik.
Selain menjadi sarana latihan bagi siswa, gladi resik dimanfaatkan madrasah untuk memastikan kesiapan teknis pelaksanaan TKA. Aspek yang diperhatikan meliputi perangkat, jaringan, sistem, ruang pelaksanaan, koordinasi panitia, serta kesiapan peserta.
Pengecekan tersebut diperlukan untuk mengidentifikasi kemungkinan kendala sejak dini sehingga dapat segera ditindaklanjuti. Koordinasi seluruh pihak juga menjadi perhatian agar pelaksanaan TKA dapat berlangsung secara tertib, efektif, dan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
Melalui gladi resik, setiap unsur penyelenggara memperoleh kesempatan untuk memastikan kesiapan dan memahami peran masing-masing sebelum pelaksanaan asesmen sesungguhnya.
Peringkat ke-4 tingkat DIY pada TKA 2025 menjadi catatan penting dalam perjalanan akademik MA Miftahunnajah Sleman. Namun, capaian tersebut tidak menjadi alasan untuk berpuas diri. Madrasah terus melakukan evaluasi dan penguatan persiapan agar siswa dapat menunjukkan kemampuan terbaiknya pada TKA 2026.
Proses persiapan melibatkan berbagai pihak. Guru dan tim akademik berperan dalam pendampingan serta penguatan materi, sementara wali kelas membantu memastikan kesiapan dan kedisiplinan siswa. Dukungan orang tua dan walisantri juga diperlukan untuk menjaga keberlanjutan persiapan di luar lingkungan madrasah.
Sinergi tersebut menjadi bagian dari upaya membangun ekosistem pendidikan yang mendukung perkembangan akademik peserta didik. Keberhasilan tidak hanya ditentukan oleh kemampuan individu, tetapi juga oleh proses pembinaan dan pendampingan yang terencana.
Melalui gladi resik TKA 2026, MA Miftahunnajah Sleman berupaya memastikan kesiapan siswa dari aspek akademik, mental, dan teknis. Hasil kegiatan ini diharapkan menjadi bahan evaluasi untuk menyempurnakan persiapan pada tahap berikutnya.
Dengan semangat “Qur’ani, Saintis, Berwawasan Lingkungan”, MA Miftahunnajah Sleman terus berikhtiar meningkatkan kualitas pembelajaran dan pembinaan siswa. Capaian sebelumnya menjadi pijakan untuk terus berkembang, sementara latihan dan evaluasi menjadi bagian dari proses mempersiapkan generasi yang kompeten, berintegritas, dan siap menghadapi tantangan masa depan.
Tinggalkan Komentar