
SLEMAN — Dalam ikhtiar memohon turunnya hujan sekaligus mendekatkan diri kepada Allah SWT, santri MA Miftahunnajah Sleman bersama masyarakat mengikuti pelaksanaan Sholat Istisqa di Lapangan Mrisen, Sardonoharjo, Ngaglik, Sleman, Sabtu (17/10/2026) pagi.
Kegiatan yang mengusung semangat ikhtiar dan doa memohon hujan ini menjadi momentum bagi umat Islam untuk bersama-sama memanjatkan doa kepada Allah Ta’ala agar hujan segera diturunkan dan membawa keberkahan bagi kehidupan.
Sholat Istisqa merupakan ibadah sunnah yang dituntunkan dalam Islam ketika umat membutuhkan hujan. Pelaksanaannya menjadi wujud penghambaan, pengakuan atas keterbatasan manusia, sekaligus ikhtiar spiritual untuk memohon rahmat dan pertolongan Allah SWT.
Sejak pagi, para santri dan masyarakat berkumpul di lapangan untuk mengikuti ibadah bersama. Kehadiran para santri MA Miftahunnajah Sleman dalam kegiatan ini menjadi bagian dari pembelajaran keislaman secara langsung, bahwa kehidupan beragama tidak hanya diwujudkan melalui kegiatan di lingkungan madrasah, tetapi juga melalui keterlibatan dalam kehidupan masyarakat. Santri didampingi langsung oleh Wakil Kepala Madrasah bidah Kepesantrenan, ustaz Diyatun Khoirudin Umar, S.Pd., dan Wakil Direktur II Pesantrean Miftahunnajah, Ustaz Muslikh Bahaddur.
Pelaksanaan Sholat Istisqa ini diselenggarakan secara gabungan oleh Takmir Masjid Ulil Albab UII Yogyakarta, Dewan Masjid Indonesia (DMI) Sardonoharjo, dan Panitia Hari Besar Islam (PHBI) Sardonoharjo Barat.
Bertindak sebagai imam sekaligus khatib adalah Ustaz Tajul Muluk, S.Ud., M.Ag., Mudir Ma’had Lil Banat UII Yogyakarta.
Kolaborasi berbagai unsur tersebut menunjukkan semangat kebersamaan dalam menghidupkan syiar Islam sekaligus mengajak masyarakat untuk menghadapi kebutuhan bersama melalui ikhtiar, doa, dan penguatan hubungan dengan Allah SWT.
Bagi para santri, mengikuti Sholat Istisqa bersama masyarakat juga menjadi pengalaman berharga untuk menumbuhkan kepedulian sosial, memperkuat ukhuwah Islamiyah, dan memahami bahwa doa serta ibadah merupakan bagian penting dalam menghadapi berbagai keadaan kehidupan.
Lebih dari sekadar memohon turunnya hujan, Sholat Istisqa menjadi pengingat akan pentingnya ketundukan kepada Allah SWT dan kesadaran bahwa manusia senantiasa membutuhkan rahmat-Nya.
Melalui ikhtiar bersama ini, umat Islam berharap agar Allah Ta’ala berkenan menurunkan hujan yang membawa manfaat, menyuburkan bumi, mencukupi kebutuhan air, serta memberikan kebaikan bagi seluruh makhluk.
Partisipasi santri MA Miftahunnajah Sleman dalam kegiatan ini sekaligus menegaskan pentingnya pendidikan yang menghubungkan ilmu, ibadah, dan kehidupan bermasyarakat. Santri diharapkan tidak hanya memahami tuntunan agama secara teori, tetapi juga mampu mengamalkannya dalam kehidupan nyata.
Semoga Allah SWT mengabulkan doa yang dipanjatkan, melimpahkan rahmat-Nya, dan menganugerahkan hujan yang membawa keberkahan bagi masyarakat. Aamiin ya Rabbal ‘alamin.

Tinggalkan Komentar