
SLEMAN — Meningkatkan kualitas pendidikan pesantren tidak cukup hanya dengan memperkuat sistem dan program pembelajaran. Kualitas sumber daya manusia, kedalaman ilmu, serta keteladanan para pendidik juga menjadi fondasi penting dalam membangun lingkungan pendidikan Islam yang bermutu.
Berangkat dari semangat tersebut, Pondok Pesantren Modern Miftahunnajah kembali menyelenggarakan pembinaan bulanan bagi seluruh civitas pesantren pada Sabtu (17/10/2026), bertempat di Masjid Jami’ MA Miftahunnajah. Kegiatan yang berlangsung pukul 13.00–15.00 WIB ini menghadirkan Ustaz Ridwan Hamidi, Lc., M.Pi., M.A., dengan tema “Belajar dari Kisah-Kisah dalam Al-Qur’an.”
Pembinaan ini merupakan agenda periodik yang diwadahi pesantren untuk meningkatkan tsaqafah Islamiyah atau wawasan keislaman seluruh civitas, tanpa terkecuali. Melalui forum tersebut, para guru, karyawan, dan unsur pendukung pendidikan pesantren mendapatkan kesempatan untuk terus belajar, memperdalam pemahaman agama, serta memperkuat orientasi dalam menjalankan amanah pendidikan.
Pembinaan bulanan menjadi salah satu ikhtiar Pondok Pesantren Modern Miftahunnajah dalam membangun tradisi keilmuan yang berkelanjutan. Secara berkala, pesantren menghadirkan para ustaz dan narasumber yang memiliki kapasitas keilmuan untuk berbagi wawasan serta memberikan penguatan kepada seluruh civitas.
Kali ini, pembinaan menghadirkan Ustaz Ridwan Hamidi, sosok yang dikenal melalui kiprahnya dalam bidang keilmuan Islam, pendidikan keluarga, dan penguatan ukhuwah Islamiyah. Selain aktif sebagai pakar parenting nasional, beliau mengemban sejumlah amanah, di antaranya Ketua Majelis Intelektual dan Ulama Muda Indonesia (MIUMI) DIY, Wakil Ketua Komisi Ukhuwwah Islamiyah MUI Pusat periode 2025–2030, Pembina Yayasan Al Madinah Nusantara, serta Ketua Bidang Ketahanan Keluarga DPP Wahdah Islamiyah.
Kehadiran narasumber dengan pengalaman dan kiprah tersebut diharapkan memberikan perspektif yang memperkaya wawasan civitas pesantren. Lebih dari sekadar memperoleh tambahan pengetahuan, forum ini menjadi ruang untuk memperbarui semangat belajar dan memperkuat kesadaran bahwa tugas mendidik generasi membutuhkan bekal ilmu yang terus diperbarui.
Ketawadhuan dalam berilmu menjadi salah satu nilai penting yang patut diteladani dalam tradisi pendidikan Islam. Semakin luas ilmu seseorang, semakin besar pula kesadarannya untuk terus belajar, memperbaiki diri, dan menyampaikan kebaikan dengan hikmah.
Tema Belajar dari Kisah-Kisah dalam Al-Qur’an mengajak peserta untuk melihat kisah-kisah yang Allah abadikan dalam Al-Qur’an bukan semata sebagai cerita masa lalu, melainkan sebagai sumber pelajaran bagi kehidupan manusia sepanjang zaman.
Al-Qur’an memuat kisah para nabi, orang-orang saleh, serta berbagai peristiwa yang mengandung pelajaran tentang keimanan, kesabaran, ketaatan, kepemimpinan, perjuangan, dan konsekuensi dari pilihan hidup manusia.
Allah SWT berfirman dalam Surah Yusuf ayat 111:
لَقَدْ كَانَ فِي قَصَصِهِمْ عِبْرَةٌ لِّأُولِي الْأَلْبَابِ
“Sungguh, pada kisah-kisah mereka itu terdapat pelajaran bagi orang-orang yang mempunyai akal.”
Ayat ini menegaskan bahwa kisah-kisah dalam Al-Qur’an mengandung ibrah, yakni pelajaran yang perlu direnungkan dan diterapkan dalam kehidupan. Bagi pendidik pesantren, nilai-nilai tersebut dapat menjadi bekal untuk membangun karakter, mendampingi santri, menghadapi tantangan pendidikan, serta menanamkan keteladanan melalui perkataan dan tindakan.
Dengan demikian, pembinaan ini diharapkan tidak berhenti pada pemahaman materi, tetapi juga mendorong lahirnya perubahan sikap dan penguatan nilai-nilai Islam dalam keseharian.
Bagi Pondok Pesantren Modern Miftahunnajah, pembinaan bulanan bukan sekadar agenda rutin. Kegiatan ini menjadi sarana konsolidasi strategis untuk menyatukan wawasan, memperkuat ruhiyah, dan menjaga keselarasan visi seluruh civitas dalam menjalankan amanah pendidikan.
Direktur Pesantren berharap forum semacam ini menjadi kesempatan bagi seluruh pegawai untuk membekali diri dengan ilmu sekaligus membangun keteladanan di hadapan para santri.
Para santri tidak hanya belajar dari materi yang disampaikan di ruang kelas atau halaqah. Mereka juga mengamati bagaimana guru dan karyawan bersikap, berinteraksi, menjalankan ibadah, serta menunjukkan kesungguhan dalam menuntut ilmu.
Karena itu, budaya belajar di lingkungan pesantren perlu tumbuh pada semua lapisan. Ketika para pendidik dan tenaga kependidikan terus belajar, semangat tersebut diharapkan menular kepada santri dan menjadi bagian dari kultur pendidikan yang hidup.
Melalui pembinaan bulanan ini, Pondok Pesantren Modern Miftahunnajah berikhtiar membangun civitas yang tidak hanya kuat dalam menjalankan tugas, tetapi juga terus bertumbuh dalam ilmu, kematangan sikap, dan keteladanan.
Sebab, mendidik generasi bukan hanya tentang menyampaikan pengetahuan, melainkan juga menghadirkan contoh nyata tentang bagaimana ilmu dipahami, diamalkan, dan diwariskan.
Tinggalkan Komentar