Info Sekolah
Minggu, 19 Jul 2026
  • | Selamat Datang di Pondok Pesantren Modern Miftahunnajah | Yayasan Pelita Umat Yogyakarta |
  • | Selamat Datang di Pondok Pesantren Modern Miftahunnajah | Yayasan Pelita Umat Yogyakarta |
18 Juli 2026

“Adab Menuntut Ilmu” Jadi Pondasi MATAMUDA 2026 MTs Miftahunnajah: Bekal Agar Ilmu Tak Sekadar Diketahui, tetapi Menjadi Berkah

Sab, 18 Juli 2026 Dibaca 14x Berita Viral / madrasah / Pendidikan

Sleman – Di tengah derasnya arus informasi dan kemudahan memperoleh pengetahuan, MTs Miftahunnajah Sleman justru mengawali perjalanan para santri baru dengan sebuah pelajaran yang sering terlupakan, namun menjadi kunci keberhasilan menuntut ilmu: adab.

Inilah yang menjadi tema utama Masa Ta’aruf Madrasah (MATAMUDA) 2026, yaitu “Adab Menuntut Ilmu”, yang diselenggarakan pada 15 Juli 2026 di Aula MTs Miftahunnajah Putri, Trini, Trihanggo, Gamping, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta.

Bagi MTs Miftahunnajah, orientasi santri baru bukan hanya mengenalkan lingkungan madrasah, tata tertib, maupun budaya pesantren. Lebih dari itu, MATAMUDA menjadi momentum menanamkan fondasi spiritual dan karakter agar perjalanan belajar selama tiga tahun di pesantren memiliki arah yang benar sejak hari pertama.

Materi disampaikan langsung oleh Ustadz Dimastra Rijaluddin Robbani, putra pendiri Pondok Pesantren Modern Miftahunnajah. Dalam penyampaiannya, beliau mengajak para santri baru menyelami bagaimana para salafus shalih memuliakan ilmu dengan memuliakan adab. Para ulama terdahulu tidak hanya mengejar banyaknya ilmu, tetapi juga menjaga akhlak kepada Allah, kepada guru, kepada orang tua, kepada teman, dan kepada ilmu itu sendiri.

Melalui berbagai kisah inspiratif dan teladan para ulama, para peserta diajak memahami bahwa ilmu yang bermanfaat tidak lahir semata-mata dari kecerdasan, melainkan dari hati yang dipenuhi keikhlasan, kesungguhan, dan adab yang baik.

Tema ini dipilih bukan tanpa alasan. Dewasa ini, tidak sedikit peserta didik yang lebih fokus mengejar nilai dan prestasi akademik, tetapi kurang memberi perhatian pada adab dalam menuntut ilmu. Akibatnya, ilmu mungkin dapat diperoleh sebatas pengetahuan, namun belum tentu menghadirkan keberkahan atau mampu diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari.

Padahal, tujuan pendidikan di pesantren jauh melampaui sekadar menguasai materi pelajaran. Ilmu diharapkan mampu menjadi pelindung diri dari keburukan, menjadi cahaya dalam mengambil keputusan, membawa manfaat bagi keluarga, membahagiakan kedua orang tua, serta kelak menjadi bekal dalam berdakwah dan mengabdi kepada masyarakat.

Wakil Kepala Madrasah Bidang Kesiswaan sekaligus Ketua MATAMUDA 2026, Ustadz Triyanto, menegaskan bahwa pemilihan tema “Adab Menuntut Ilmu” merupakan bagian dari strategi pengondisian santri baru agar memahami tujuan utama mereka mondok.

“Selama tiga tahun di pesantren, yang paling utama bukan hanya banyaknya ilmu yang diperoleh, tetapi bagaimana ilmu itu menjadi berkah dan membentuk pribadi yang berakhlak. Karena itu, adab menuntut ilmu harus ditanamkan sejak hari pertama mereka menjadi santri,” ujarnya.

Menurutnya, ketika adab telah menjadi kebiasaan, proses belajar akan berlangsung lebih mudah, hubungan dengan guru semakin baik, dan ilmu yang dipelajari akan lebih mudah diamalkan. Pada akhirnya, santri tidak hanya menjadi pribadi yang cerdas secara intelektual, tetapi juga matang secara spiritual dan sosial.

Melalui MATAMUDA 2026, MTs Miftahunnajah menegaskan komitmennya untuk membangun generasi yang tidak hanya unggul dalam akademik, tetapi juga memiliki karakter dan akhlak mulia. Sebab, dalam tradisi pesantren, keberhasilan seorang santri tidak hanya diukur dari seberapa banyak ilmu yang dikuasai, melainkan dari sejauh mana ilmu tersebut mengubah dirinya menjadi pribadi yang lebih baik dan memberi manfaat bagi orang lain.

Dengan fondasi adab yang kuat, diharapkan setiap santri mampu menjalani masa belajar di pesantren dengan penuh kesungguhan, memperoleh ilmu yang berkah, serta kelak menjadi generasi yang mampu membawa cahaya ilmu bagi agama, keluarga, bangsa, dan masyarakat.

“Ilmu tanpa adab akan kehilangan arah. Adab tanpa ilmu akan kehilangan cahaya. Keduanya harus berjalan beriringan agar lahir generasi yang berilmu, berakhlak, dan membawa keberkahan.”

Artikel ini memiliki

0 Komentar

Tinggalkan Komentar