
SLEMAN — Kepemimpinan bukan sekadar tentang jabatan, tetapi tentang keteladanan dan tanggung jawab. Semangat inilah yang ditegaskan dalam momentum Pelantikan Majelis Syuro (MS) Organisasi Santri Miftahunnajah (OSAMI) Periode 2026/2027 yang digelar di Masjid Miftahunnajah.
Dalam kepengurusan baru ini, Sulthan Zaky bersama Levi Auny serta jajaran anggota Majelis Syuro lainnya resmi mengemban amanah besar untuk mengawal arah pergerakan dan kedisiplinan organisasi santri di lingkungan MA Miftahunnajah Sleman. Majelis Syuro tidak hanya berfungsi sebagai lembaga musyawarah, tetapi juga menjadi garda terdepan dalam memberikan pertimbangan, pengarahan, serta menjadi teladan nyata bagi seluruh santri.
Prosesi pelantikan yang berlangsung khidmat tersebut ditandai dengan pembacaan ikrar bersama. Melalui ikrar ini, Sulthan Zaky dan kawan-kawan meneguhkan komitmen untuk menjalankan roda kepengurusan dengan ikhlas, jujur, disiplin, bertanggung jawab, serta menjunjung tinggi semangat musyawarah dan persaudaraan demi menjaga nama baik madrasah. Sebagai pengurus inti, Majelis Syuro memiliki tanggung jawab krusial dalam mengawal kedisiplinan, kualitas ibadah, pembiasaan hidup sehat, hingga penggunaan bahasa harian santri melalui koordinasi yang erat dengan pihak madrasah dan para pembina.
Dalam arahannya, Kepala MA Miftahunnajah Sleman, Budi Setiyo Prabowo, menekankan pentingnya membangun kekuatan karakter santri secara konsisten. Peran pengurus OSAMI dan Majelis Syuro sangat dinantikan untuk membumikan 9 Kebiasaan Emas di kalangan santri, yang meliputi:
Melalui kepemimpinan Sulthan Zaky, Levi Auny, dan seluruh jajaran Majelis Syuro periode ini, MA Miftahunnajah Sleman optimistis dapat melahirkan generasi santri yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga kokoh dalam prinsip, matang dalam bersikap, serta berakhlakul karimah.
Humas MA Miftahunnajah Sleman
Tinggalkan Komentar