Sleman, 1 September 2026 — Komitmen MA Miftahunnajah Sleman dalam membangun ekosistem pendidikan yang sehat terus diperkuat melalui kolaborasi dengan Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan (FK-KMK) Universitas Gadjah Mada (UGM).
Kolaborasi tersebut tidak berhenti pada satu kegiatan, tetapi mencakup berbagai program penguatan kesehatan di lingkungan madrasah. Salah satu implementasinya diwujudkan melalui Launching Health Promoting School yang dilaksanakan pada Selasa (1/9/2026), sekaligus menjadi momentum untuk memperkuat keberlanjutan kerja sama antara MA Miftahunnajah Sleman dan FK-KMK UGM.
Dalam rangkaian kegiatan tersebut, Prof. Dr. Siti Helmiyati, DCN, M.Kes. hadir sebagai narasumber sekaligus bagian penting dari pendampingan program kesehatan MA Miftahunnajah melalui FK-KMK UGM.
Kerja sama MA Miftahunnajah Sleman dengan FK-KMK UGM memiliki cakupan yang lebih luas daripada sekadar pelaksanaan Health Promoting School.
Melalui kerja sama tersebut, berbagai bentuk program kesehatan dikembangkan untuk membangun sistem dan budaya kesehatan di lingkungan madrasah. Di antaranya meliputi pembekalan kesehatan, penyuluhan kesehatan, hingga pembentukan Kelompok Kerja (Pokja) Kesehatan di MA Miftahunnajah.
Berbagai program tersebut diarahkan agar kesehatan tidak hanya dipahami sebagai materi yang disampaikan kepada siswa, tetapi menjadi bagian dari sistem kehidupan dan budaya madrasah.
Dalam prosesnya, Prof. Dr. Siti Helmiyati, DCN, M.Kes. melalui FK-KMK UGM turut memberikan pendampingan secara langsung kepada MA Miftahunnajah dalam pengembangan program-program kesehatan tersebut.
Pendampingan ini menjadi penting karena madrasah membutuhkan penguatan berbasis pengetahuan dan pendekatan yang sistematis agar program kesehatan dapat berjalan secara berkelanjutan.
Dalam kegiatan Talkshow dan Launching Health Promoting School, Prof. Dr. Siti Helmiyati, DCN, M.Kes. hadir memberikan edukasi kepada para siswa.
Mengusung tema “Gizi Seimbang, Pikiran Cemerlang, Prestasi Gemilang”, talkshow membahas pentingnya gizi seimbang sebagai bagian dari pola hidup sehat siswa.
Para siswa diajak memahami bahwa kesehatan dan gizi memiliki hubungan dengan aktivitas sehari-hari. Sebagai pelajar, mereka membutuhkan kondisi tubuh yang baik untuk mengikuti pembelajaran sekaligus menjalani berbagai aktivitas pengembangan diri.
Pesan mengenai gizi tersebut menjadi salah satu bagian dari upaya yang lebih besar untuk membangun kesadaran kesehatan di lingkungan madrasah.
Dengan demikian, edukasi yang disampaikan Prof. Siti tidak berdiri sendiri. Materi tersebut menjadi bagian dari rangkaian program kerja sama yang dikembangkan bersama antara MA Miftahunnajah dan FK-KMK UGM.
Salah satu kekuatan kolaborasi MA Miftahunnajah dan FK-KMK UGM adalah adanya pendekatan yang berkelanjutan.
Program tidak hanya diberikan dalam bentuk penyuluhan atau pembekalan kepada siswa, tetapi juga diarahkan pada penguatan kapasitas internal madrasah.
Pembekalan kesehatan menjadi salah satu upaya memberikan pengetahuan dan pemahaman kepada warga madrasah. Sementara penyuluhan kesehatan dan Fokus Group Discussion (FGD) menjadi sarana untuk meningkatkan kesadaran mengenai berbagai aspek kesehatan yang dekat dengan kehidupan siswa.
Lebih jauh, kerja sama tersebut juga mendorong terbentuknya Pokja Kesehatan MA Miftahunnajah. Kehadiran Pokja menjadi langkah penting agar perhatian terhadap kesehatan memiliki wadah dan penggerak di lingkungan madrasah.
Dengan adanya Pokja, program kesehatan diharapkan tidak bergantung pada kegiatan tertentu saja, tetapi dapat terus dikembangkan dan diintegrasikan dalam kehidupan sehari-hari di madrasah.
Dalam proses penguatan tersebut, Prof. Siti bersama tim FK-KMK UGM memberikan pendampingan kepada madrasah agar berbagai program dapat berkembang sesuai dengan kebutuhan dan kondisi lingkungan pendidikan.
Dalam konteks kerja sama yang lebih luas tersebut, Health Promoting School menjadi salah satu bentuk implementasi program kesehatan di MA Miftahunnajah.
Program ini diarahkan untuk membangun lingkungan sekolah/madrasah yang mendukung kesehatan peserta didik secara menyeluruh.
Kesehatan tidak hanya menyangkut kondisi fisik, tetapi juga berkaitan dengan kebiasaan hidup, lingkungan, kenyamanan, keamanan, serta dukungan terhadap tumbuh kembang siswa.
Karena itu, Health Promoting School diharapkan dapat menjadi bagian dari budaya madrasah dan berjalan bersama program kesehatan lainnya yang telah dikembangkan melalui kolaborasi dengan FK-KMK UGM.
Pendekatan tersebut juga sejalan dengan semangat Madrasah Ramah Anak, di mana siswa mendapatkan lingkungan yang aman, nyaman, sehat, serta mendukung mereka untuk belajar dan berkembang.
Bagi MA Miftahunnajah Sleman, kolaborasi dengan FK-KMK UGM merupakan bagian dari upaya menghadirkan pendidikan yang tidak hanya berorientasi pada capaian akademik, tetapi juga memperhatikan kesehatan dan tumbuh kembang peserta didik.
Kepala MA Miftahunnajah Sleman, Budi Setiyo Prabowo, M.Pd., menyambut baik keberlanjutan kolaborasi tersebut. Sinergi dengan perguruan tinggi memberikan kesempatan bagi madrasah untuk memperoleh pendampingan dan perspektif keilmuan dalam mengembangkan program kesehatan.
Sementara itu, keterlibatan FK-KMK UGM melalui program pengabdian kepada masyarakat menjadi bentuk kontribusi perguruan tinggi dalam mendukung peningkatan kualitas generasi muda.
Kerja sama tersebut diharapkan terus berkembang melalui berbagai program yang relevan dengan kebutuhan madrasah.
Penguatan kesehatan di MA Miftahunnajah juga memiliki keterkaitan dengan berbagai program lain yang telah dikembangkan madrasah, termasuk Zero Waste dan wawasan lingkungan.
Lingkungan yang sehat membutuhkan kebiasaan yang sehat pula. Karena itu, kesadaran menjaga kesehatan diri, kebersihan lingkungan, pengelolaan sampah, pola makan, serta kebiasaan hidup sehat perlu dibangun secara bersama-sama.
Melalui berbagai program dalam kerja sama dengan FK-KMK UGM, MA Miftahunnajah Sleman berupaya menjadikan kesehatan sebagai bagian dari budaya madrasah.
Kehadiran Prof. Dr. Siti Helmiyati, DCN, M.Kes. menjadi salah satu penguat dalam proses tersebut. Tidak hanya memberikan edukasi kepada siswa, Prof. Siti juga turut mendampingi madrasah dalam mengembangkan program kesehatan melalui FK-KMK UGM.
Dengan demikian, Health Promoting School hanyalah salah satu bagian dari ikhtiar yang lebih luas. Dari pembekalan, penyuluhan, pembentukan Pokja Kesehatan, hingga pendampingan program, seluruhnya diarahkan pada satu tujuan: menciptakan lingkungan pendidikan yang sehat dan mendukung siswa untuk tumbuh secara optimal.
Karena pendidikan yang baik bukan hanya mencetak siswa yang cerdas, tetapi juga membentuk generasi yang mampu menjaga dirinya, peduli terhadap lingkungan, memiliki karakter, dan siap memberikan kontribusi bagi masyarakat.
Dari gizi yang seimbang, tumbuh kesadaran kesehatan. Dari kesadaran kesehatan, lahir kebiasaan yang baik. Dan dari kebiasaan yang baik, tumbuh generasi yang sehat, cemerlang, dan siap meraih prestasi.
Tinggalkan Komentar