Sleman — Miftahunnajah Competition (MNC) #8 resmi menuntaskan rangkaian kompetisinya dengan lahirnya para santri juara dari berbagai bidang. Tidak sekadar menjadi ajang perebutan medali dan piagam, MNC #8 menjadi ruang penting bagi MTs Miftahunnajah untuk membaca potensi santri, menumbuhkan mental berkompetisi, sekaligus menyiapkan bibit-bibit unggul yang akan membawa nama madrasah pada kompetisi di tingkat yang lebih tinggi.
Berdasarkan Surat Keterangan Pemenang MNC #8 yang diterbitkan panitia pada 31 Agustus 2026, para santri berhasil meraih prestasi dalam berbagai cabang lomba, mulai dari bidang Al-Qur’an, pidato empat bahasa, kaligrafi, catur, hingga atletik. Penetapan para pemenang dilakukan berdasarkan hasil penilaian dan keputusan dewan juri yang bersangkutan.
Sebelumnya, MNC #8 dirancang sebagai kompetisi internal bagi santri kelas 7, 8, dan 9 dengan misi yang lebih besar daripada sekadar mencari pemenang. Ajang ini menjadi sarana mengasah kemampuan, mengeksplorasi bakat, menjaring peserta untuk komunitas, sekaligus mengimplementasikan program “Satu Santri, Satu Prestasi.” Lebih jauh, para juara pertama diproyeksikan menjadi kandidat yang mewakili MTs Miftahunnajah dalam Pekan Kompetisi Madrasah (PKM) Tingkat Kabupaten Sleman Tahun 2026.
Dari Al-Qur’an, Bahasa, Seni hingga Olahraga
Keragaman cabang dalam MNC #8 menunjukkan bahwa prestasi santri tidak dibatasi pada satu bidang. Pada bidang Al-Qur’an, muncul nama Halim Muzzamil Al Faqih (8A) sebagai Juara 1 MHQ, Qirama Fabian Wipasavero (9A) sebagai Juara 1 MTQ, serta tim Muhamad Restu Nur P., Ahmad Al Fatih, dan Ahmad Rohmatullah (9A) sebagai Juara 1 MSQ.
Pada bidang pidato, prestasi juga tersebar pada empat bahasa. Muhamad Restu Nur P. (9A) meraih Juara 1 Pidato Bahasa Indonesia, Rania Fathna Shabiha (9B) Juara 1 Pidato Bahasa Arab, Kayyisa Farha Imtiyaz (9B) Juara 1 Pidato Bahasa Inggris, dan Athiya Husna Alifa (9C) Juara 1 Pidato Bahasa Jawa.
Bidang seni melahirkan Amelia Rahmadani (9C) sebagai Juara 1 Kaligrafi. Sementara pada cabang olahraga, Arman Ahsan Ramadhan (7A) menjadi Juara 1 Catur Putra, Ataniya Qothrussama (9C) Juara 1 Catur Putri, Ahmad Zaidan Zidna Fann (9A) Juara 1 Lari 100 meter, dan Zahidah Az Zahra (8B) Juara 1 Lari 80 meter.
Deretan tersebut sekaligus memperlihatkan bahwa MNC #8 berhasil menghadirkan panggung prestasi yang mempertemukan kemampuan keagamaan, komunikasi, seni, strategi, konsentrasi, dan ketangkasan fisik.
Para Juara MNC #8
Berikut daftar lengkap santri yang tercatat sebagai pemenang MNC #8 berdasarkan keputusan dewan juri:
Musabaqoh Hifdzil Qur’an (MHQ)
Musabaqoh Tilawatil Qur’an (MTQ)
Pidato Bahasa Indonesia
Pidato Bahasa Arab
Pidato Bahasa Inggris
Pidato Bahasa Jawa
Kaligrafi
Catur Putra
Catur Putri
Lari 100 Meter
Lari 80 Meter
Musabaqoh Syarhil Qur’an (MSQ)
Juara 1
Juara 2
Juara 3
Juara Bukan Sekadar Gelar
Sejak awal, MNC #8 memang tidak ditempatkan hanya sebagai perlombaan untuk menentukan siapa yang terbaik. Madrasah memberikan ruang kepada setiap santri untuk berani mencoba, berlatih, tampil di hadapan orang lain, mengelola persiapan, serta belajar menerima hasil dengan sikap sportif.
Semangat tersebut menjadi penting karena kompetisi internal dapat menjadi titik awal pembentukan mental juara. Santri yang hari ini berani tampil di hadapan teman-temannya, berlatih menghadapi juri, dan mengukur kemampuannya dengan peserta lain, sedang dipersiapkan untuk menghadapi panggung yang lebih besar.
MNC #8 juga menerapkan sistem poin antarkelas untuk menentukan Juara Umum. Juara 1 memperoleh 3 poin, Juara 2 memperoleh 2 poin, dan Juara 3 memperoleh 1 poin. Kelas dengan akumulasi poin terbanyak berhak memperoleh Trofi Kepala Madrasah Bergilir.
Namun, capaian paling strategis dari MNC #8 justru berada setelah kompetisi berakhir. Para peraih Juara 1 memiliki kesempatan untuk menjadi bagian dari representasi MTs Miftahunnajah dalam Pekan Kompetisi Madrasah (PKM) Tingkat Kabupaten Sleman Tahun 2026.
Dari MNC #8 Menuju Panggung yang Lebih Tinggi
Dengan demikian, MNC #8 dapat dipandang sebagai bagian dari sebuah proses pembinaan prestasi yang berkelanjutan. Kompetisi menjadi alat untuk menemukan potensi; pembinaan menjadi proses untuk menguatkannya; dan PKM menjadi salah satu panggung untuk menguji kesiapan santri pada level berikutnya.
Bagi para juara, kemenangan di MNC #8 bukanlah garis akhir. Justru, kemenangan tersebut menjadi awal dari tanggung jawab baru: mempertahankan kualitas, meningkatkan kemampuan, dan membawa nama MTs Miftahunnajah dengan prestasi terbaik pada kompetisi eksternal.
Dari ruang kelas menuju panggung kompetisi, dari pengalaman menjadi kemampuan, dan dari kemampuan menuju prestasi—MNC #8 menegaskan komitmen MTs Miftahunnajah untuk terus menemukan, membina, dan mengantarkan potensi santri menjadi prestasi nyata.
Selamat kepada seluruh pemenang MNC #8. Terus berlatih, terus bertumbuh, dan bersiap membawa nama Miftahunnajah ke panggung prestasi berikutnya..
admin
Tinggalkan Komentar