SLEMAN — Tawa dan keceriaan anak-anak menjadi warna tersendiri di PAUD Miftahunnajah. Setiap hari, anak-anak datang dengan dunia mereka yang penuh rasa ingin tahu. Ada yang berlari, bermain, bernyanyi, mencoba hal baru, hingga mengikuti berbagai aktivitas bersama teman-temannya.
Namun, di balik keceriaan itu, ada proses pendidikan yang dirancang secara serius. Anak-anak belajar banyak hal tanpa harus merasa sedang “belajar”. Sebab, di PAUD Miftahunnajah, bermain menjadi pintu utama anak untuk belajar dan berkembang.
Memulai dengan MPLS yang Ramah Anak
Perjalanan pendidikan anak dimulai sejak mereka pertama kali masuk melalui kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Satuan Pendidikan (MPLS).
MPLS dirancang untuk membantu anak mengenal lingkungan sekolah, guru, teman-teman, sekaligus membangun rasa aman dan nyaman. Bagi anak usia dini, rasa nyaman merupakan bagian penting agar mereka dapat tumbuh dan belajar dengan optimal.
Dari sinilah anak mulai mengenal rutinitas baru: datang ke sekolah, bertemu guru, bermain bersama teman, mengikuti kegiatan, dan perlahan membangun kemandirian.
Tidak ada tuntutan agar anak langsung menguasai berbagai kemampuan akademik. Sebaliknya, anak diberi ruang untuk beradaptasi dan menikmati prosesnya.
Belajar Tanpa Merasa Sedang Belajar
Salah satu kekuatan PAUD Miftahunnajah adalah pendekatan pembelajaran yang menempatkan bermain sebagai bagian utama dari proses belajar anak.
Melalui permainan dan aktivitas yang menyenangkan, anak sebenarnya sedang belajar banyak hal. Mereka belajar bahasa ketika bercakap-cakap dan bernyanyi, belajar matematika ketika menghitung benda, belajar sains ketika bereksplorasi, belajar sosial ketika bermain bersama, serta belajar kemandirian ketika mencoba melakukan sesuatu sendiri.
Anak mungkin tidak menyadari bahwa aktivitas yang mereka lakukan merupakan bagian dari desain pembelajaran. Yang mereka rasakan adalah bermain, mencoba, tertawa, dan menikmati pengalaman bersama teman-teman.
Di balik itu, guru merancang aktivitas agar setiap permainan tetap memiliki tujuan perkembangan yang sesuai dengan kebutuhan anak usia dini.
Dari Renang hingga Cooking Class
Berbagai kegiatan menarik menjadi bagian dari pengalaman belajar anak di PAUD Miftahunnajah.
Ada kegiatan renang yang memberikan kesempatan kepada anak untuk mengenal air sekaligus melatih keberanian dan kemampuan motoriknya. Ada pula cooking class, tempat anak dapat bereksplorasi dengan bahan makanan dan belajar mengikuti proses sederhana secara langsung.
Kegiatan di luar kelas juga menjadi bagian penting. Anak-anak diajak rihlah dan tadabbur alam, mengenal lingkungan sekitar, mengamati ciptaan Allah, serta membangun rasa syukur melalui pengalaman nyata.
Dengan demikian, belajar tidak selalu berlangsung di ruang kelas. Alam, permainan, air, makanan, teman, dan berbagai pengalaman sehari-hari dapat menjadi media pembelajaran bagi anak.
Pembiasaan Ibadah Sejak Dini
Yang menjadi perhatian khusus di PAUD Miftahunnajah adalah pembentukan kebiasaan positif dan spiritual sejak usia dini.
Anak-anak dikenalkan dengan praktik ibadah harian, di antaranya wudhu dan shalat. Pembiasaan dilakukan secara bertahap dan disesuaikan dengan dunia anak sehingga nilai-nilai agama hadir sebagai pengalaman yang dekat dan menyenangkan.
Anak juga diajak belajar melalui syair-syair positif yang mudah diingat. Melalui pengulangan dan pembiasaan, pesan-pesan kebaikan diharapkan perlahan menjadi bagian dari keseharian mereka.
Semua diarahkan pada satu tujuan penting: mengenalkan tauhid sedini mungkin melalui pengalaman yang dekat dengan kehidupan anak.
Anak dikenalkan untuk mencintai Allah, mengenal ciptaan-Nya, bersyukur, berdoa, beribadah, serta membiasakan perilaku baik dalam keseharian.
Dipimpin Pendidik yang Konsen pada Dunia Anak
Di balik program tersebut, PAUD Miftahunnajah dipimpin oleh Ustazah Yekti Saudah, seorang asatidzah yang memiliki perhatian dan pengalaman panjang dalam dunia pendidikan anak usia dini.
Pengalaman belasan tahun mengelola PAUD dan TK menjadi bekal penting dalam mengembangkan pembelajaran di PAUD Miftahunnajah.
Pemahaman terhadap karakter anak usia dini menjadi salah satu dasar dalam mengembangkan berbagai program. Anak tidak dipandang sebagai peserta didik yang harus terus-menerus menerima materi, tetapi sebagai pribadi yang memiliki dunia bermain, rasa ingin tahu, emosi, dan tahapan perkembangan yang perlu dihargai.
Karena itu, kegiatan pembelajaran dirancang agar anak dapat bermain, bereksplorasi, bergerak, mencoba, dan menemukan pengalaman baru dalam suasana yang menyenangkan.
Terus Berkembang: Ada Day Care, TK Segera Disiapkan
Pengembangan PAUD Miftahunnajah juga terus dilakukan. Salah satu program yang telah dikembangkan adalah Day Care, sebagai bagian dari layanan pendidikan dan pengasuhan anak.
Tidak berhenti di sana, PAUD Miftahunnajah juga tengah menyiapkan proses pendirian TK Miftahunnajah. Pengembangan ini menjadi bagian dari ikhtiar untuk menghadirkan layanan pendidikan anak yang berkelanjutan.
Dengan demikian, perjalanan pendidikan anak di lingkungan Miftahunnajah diharapkan dapat berlangsung sejak usia dini hingga jenjang pendidikan berikutnya.
Membesarkan Anak dengan Pengalaman dan Kebiasaan Baik
PAUD Miftahunnajah hadir dengan keyakinan bahwa pendidikan anak usia dini bukan sekadar mempersiapkan anak agar bisa membaca, menulis, atau berhitung.
Lebih dari itu, masa usia dini merupakan waktu penting untuk menanamkan kebiasaan baik, kecintaan kepada Allah, kemandirian, keberanian, rasa ingin tahu, kemampuan bersosialisasi, dan karakter positif.
Melalui bermain, anak belajar. Melalui pengalaman, anak bertumbuh. Melalui pembiasaan, nilai-nilai kebaikan perlahan menjadi karakter.
PAUD Miftahunnajah berada di Dusun Trini, Trihanggo, Gamping, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, tepat di depan Pondok Pesantren Miftahunnajah jenjang MTs.
Di tempat inilah langkah-langkah kecil anak-anak dimulai—dengan bermain, tertawa, bereksplorasi, beribadah, dan mengenal kebesaran Allah.
Sebab bagi anak usia dini, dunia adalah tempat bermain sekaligus ruang belajar. Dan setiap permainan yang dirancang dengan baik dapat menjadi jalan untuk menumbuhkan generasi yang mengenal Tuhannya, mencintai kebaikan, dan siap tumbuh menjadi pribadi yang lebih baik.






Tinggalkan Komentar