Info Sekolah
Selasa, 21 Jul 2026
  • | Selamat Datang di Pondok Pesantren Modern Miftahunnajah | Yayasan Pelita Umat Yogyakarta |
  • | Selamat Datang di Pondok Pesantren Modern Miftahunnajah | Yayasan Pelita Umat Yogyakarta |
21 Juli 2026

Kemenag Sleman dan BAZNAS Monitor Program Kemandirian Pesantren di Ponpes Modern Miftahunnajah: Cetak Santripreneur melalui Integrated Farming dan Pengelolaan Sampah

Sel, 21 Juli 2026 Dibaca 12x Berita Viral / madrasah / Pendidikan

Sleman – Komitmen membangun pesantren yang mandiri dan berdaya terus diperkuat melalui sinergi antara Kementerian Agama Kabupaten Sleman dan BAZNAS Kabupaten Sleman. Hal tersebut tampak dalam kegiatan monitoring dan evaluasi (monev) Program Kemandirian Pesantren (Santripreneur) Tahun 2025 yang dilaksanakan di Pondok Pesantren Modern Miftahunnajah jenjang Madrasah Aliyah.

Sebelumnya, Pondok Pesantren Modern Miftahunnajah dengan Nomor Statistik Pesantren (NSP) 510.0.34.04.1088 terpilih sebagai salah satu penerima dukungan finansial dari BAZNAS Kabupaten Sleman dalam program unggulan Kemandirian Pesantren. Program ini merupakan hasil kolaborasi BAZNAS dengan dukungan Kementerian Agama Kabupaten Sleman sebagai bentuk nyata penguatan ekonomi pesantren sekaligus pemberdayaan para santri.

Hadir dalam kegiatan monitoring dari Seksi Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren (PD Pontren) Kementerian Agama Kabupaten Sleman, yaitu Bapak K.H. Muhammad Labib, Ibu Yuni, dan Bapak Darsono. Kehadiran tim disambut langsung oleh Ustaz Muslikh Bahaddur Wakil Direktur Pondok Pesantren Modern Miftahunnajah mewakili Pesantren Miftahunnajah.

Turut mendampingi kegiatan tersebut Kepala MA Miftahunnajah, ustaz Budi Setiyo Prabowo, M.Pd., beserta jajaran guru dan para santri yang selama ini menjadi pelaksana program Santripreneur di lingkungan pesantren.

Program Kemandirian Pesantren menjadi salah satu strategi Kementerian Agama Kabupaten Sleman dalam mendorong pesantren agar terus berkembang sebagai lembaga pendidikan yang tidak hanya unggul dalam pembinaan keagamaan, tetapi juga mampu membangun kemandirian ekonomi. Melalui program ini, santri dibekali berbagai kompetensi kewirausahaan dan diberikan ruang untuk mengembangkan kreativitas sehingga tumbuh menjadi pengusaha yang produktif, inovatif, dan berdaya saing.

Di Pondok Pesantren Modern Miftahunnajah, implementasi program tersebut telah diwujudkan melalui dua program unggulan, yaitu Integrated Farming dan LPPS (Laboratorium Pemilahan dan Pengelolaan Sampah).

Program Integrated Farming merupakan sistem pertanian terpadu yang menggabungkan pengelolaan tanaman, peternakan, dan perikanan dalam satu ekosistem yang saling mendukung. Melalui sistem ini, berbagai sumber daya dimanfaatkan secara optimal, sementara limbah hasil produksi diolah kembali menjadi sumber daya baru sehingga tercipta proses yang lebih efisien, ramah lingkungan, dan bernilai ekonomis.

Sementara itu, LPPS (Laboratorium Pemilahan dan Pengelolaan Sampah) menjadi laboratorium pembelajaran bagi santri dalam mengelola sampah secara terpadu. Tidak hanya menanamkan kepedulian terhadap lingkungan, program ini juga mengajarkan bagaimana limbah dapat diolah menjadi produk yang memiliki nilai tambah dan peluang usaha.

Dalam kesempatan tersebut, tim monitoring memberikan apresiasi terhadap langkah awal yang telah dilakukan Pondok Pesantren Modern Miftahunnajah. Mereka berharap program yang sedang dirintis ini terus berkembang hingga melahirkan produk-produk unggulan yang mampu menjadi identitas pesantren.

Petugas monitoring dari Seksi PD Pontren Kementerian Agama Kabupaten Sleman, Muhammad Labib, menyampaikan pesan yang membangkitkan semangat para santri untuk terus berinovasi.

“Santri harus kaya, pesantren harus berdaya. Pesantren harus mampu menghasilkan karya atau produk yang dikenal masyarakat, sebagaimana yang telah dilakukan Pondok Pesantren Anwar Futuhiyyah dengan produk tepung bumbu crispy ‘Dacil Putra’. Saya berharap Miftahunnajah juga mampu melahirkan produk unggulan yang menjadi kebanggaan pesantren dan masyarakat.”

Pesan tersebut menjadi motivasi bagi para santri bahwa kemandirian ekonomi bukan sekadar cita-cita, melainkan bagian dari ikhtiar membangun masa depan pesantren yang lebih kuat dan berkelanjutan.

Bagi Pondok Pesantren Modern Miftahunnajah, program Santripreneur bukan hanya sebuah proyek jangka pendek, melainkan bagian dari komitmen besar dalam membangun pesantren yang berdaya, tempat para santri tidak hanya belajar ilmu agama dan akademik, tetapi juga ditempa menjadi pribadi yang mandiri, kreatif, serta memiliki ketahanan finansial dan sosial.

Melalui dukungan negara yang diwujudkan oleh Kementerian Agama Kabupaten Sleman bersama BAZNAS Kabupaten Sleman, Pondok Pesantren Modern Miftahunnajah optimistis langkah awal melalui Integrated Farming dan LPPS akan menjadi fondasi lahirnya berbagai inovasi dan produk unggulan pesantren di masa mendatang.

Harapannya, ikhtiar yang dirintis hari ini tidak hanya membawa kemajuan bagi Pondok Pesantren Modern Miftahunnajah, tetapi juga menjadi inspirasi bagi pesantren-pesantren lain di Kabupaten Sleman untuk terus bertumbuh, mandiri, dan berkontribusi dalam membangun ekonomi umat melalui semangat Santripreneur.

admin_

Tim Monev bersama Wakil Direktur Pesantren

Tim Monev foto bersama dengan Santripreneur Ponpes Miftahunnajah Aliyah

Kyai Labib Pontren bersama Kepala Madrasah

Artikel ini memiliki

0 Komentar

Tinggalkan Komentar