Info Sekolah
Jumat, 17 Jul 2026
  • | Selamat Datang di Pondok Pesantren Modern Miftahunnajah | Yayasan Pelita Umat Yogyakarta |
  • | Selamat Datang di Pondok Pesantren Modern Miftahunnajah | Yayasan Pelita Umat Yogyakarta |
16 Juli 2026

3 Pesan Penting Ustaz Diyatun Khoirudin Umar yang Menguatkan Semangat “Ngaji Sepanjang Hayat” di Stadium General Mentoring MA Miftahunnajah Sleman

Kam, 16 Juli 2026 Dibaca 21x Berita Viral / Kesiswaan / madrasah / Pendidikan

Sleman – MA Miftahunnajah Sleman resmi mengawali pelaksanaan Program Mentoring Pekanan Tahun Pelajaran 2026/2027 melalui kegiatan Stadium General yang diselenggarakan pada Kamis, 16 Juli 2026, bertempat di Masjid Jami’ Miftahunnajah. Mengusung tema “Ngaji Sepanjang Hayat: Menguatkan Komitmen Mentoring Pekanan dalam Membangun Generasi Pembelajar, Berilmu, Berakhlak, dan Berdaya,” kegiatan ini menjadi penanda dimulainya salah satu program unggulan madrasah dalam pembinaan karakter peserta didik.

Hadir sebagai narasumber, Ustadz Diyatun Khoirudin Umar, Wakil Kepala Bidang Kepesantrenan MA Miftahunnajah, menyampaikan penguatan mengenai makna mentoring sebagai proses pembinaan yang tidak sekadar transfer ilmu, tetapi juga membentuk kebiasaan belajar, memperkuat akhlak, dan menumbuhkan semangat mengaji yang terus hidup sepanjang usia.

Di hadapan seluruh peserta didik, beliau menyampaikan tiga pesan utama yang menjadi bekal dalam mengikuti mentoring pekanan.

1. Ngaji Bukan Sekadar Kegiatan Sekolah, tetapi Jalan Hidup Seorang Muslim

Menurut Ustadz Diyatun Khoirudin Umar, mengaji tidak boleh dipandang sebagai aktivitas yang berhenti ketika seseorang lulus dari madrasah atau pesantren. Seorang muslim sejati adalah pembelajar sepanjang hayat yang terus memperbaiki diri melalui ilmu.

Beliau menegaskan bahwa ilmu adalah cahaya kehidupan. Karena itu, semakin seseorang bertambah usia, semakin besar pula kebutuhannya untuk terus belajar dan mendekatkan diri kepada Al-Qur’an serta ajaran Islam.

“Ngaji sepanjang hayat bukan slogan, tetapi komitmen hidup yang harus terus dijaga.”


2. Pemuda Harus Mencintai Ngaji agar Mampu Istiqamah di Jalan Kebaikan

Pesan kedua yang ditekankan adalah pentingnya menumbuhkan rasa cinta kepada majelis ilmu sejak usia muda. Kecintaan itulah yang akan melahirkan istiqamah.

Beliau mengingatkan bahwa masa muda merupakan fase terbaik untuk membangun kebiasaan positif. Ketika seorang pemuda terbiasa hadir di majelis ilmu dan dekat dengan Al-Qur’an, maka ia sedang membangun fondasi kehidupan yang kuat untuk masa depannya.

Mentoring pekanan diharapkan menjadi ruang yang membuat siswa semakin mencintai proses belajar agama, berdiskusi, saling mengingatkan, serta bertumbuh bersama.


3. Majelis Ilmu Adalah Tempat Berkumpul Bersama Orang-Orang Saleh karena Ngaji Merupakan Kebutuhan Hidup

Pesan terakhir yang disampaikan adalah bahwa mengikuti mentoring bukan sekadar memenuhi jadwal kegiatan madrasah.

Majelis ilmu merupakan tempat berkumpul bersama orang-orang saleh yang saling menguatkan dalam kebaikan. Lingkungan yang baik akan melahirkan kebiasaan yang baik pula.

Beliau mengajak seluruh siswa menjadikan kegiatan mengaji sebagai kebutuhan, bukan kewajiban yang terasa berat. Sebab, ketika seseorang merasa membutuhkan ilmu, maka ia akan terus mencarinya hingga akhir hayat.


Mentoring Pekanan, Program Unggulan Pembinaan Karakter MA Miftahunnajah

Program mentoring di MA Miftahunnajah Sleman dilaksanakan secara rutin setiap Jumat malam dan menjadi salah satu program unggulan madrasah dalam membangun karakter peserta didik.

Pendekatan mentoring dipilih karena lebih personal dan sesuai dengan karakteristik perkembangan remaja usia SMA. Melalui kelompok-kelompok kecil, setiap mentor dapat mendampingi perkembangan akademik, spiritual, maupun potensi siswa secara lebih intensif.

Berdasarkan desain program mentoring madrasah, pembinaan dilakukan secara sistematis dengan beberapa tahapan, yaitu:

  • Identifikasi potensi siswa, melalui tes bakat dan minat, pendataan prestasi, serta pemetaan kompetensi setiap peserta didik.
  • Penempatan mentor, dengan rasio 1 mentor membimbing maksimal 10 mentee, sehingga proses pendampingan berlangsung lebih efektif. Mentor berasal dari guru, alumni, praktisi, maupun mahasiswa.
  • Program mentoring pekanan, meliputi pertemuan rutin, penyusunan target individu, coaching, motivasi, pendampingan lomba, hingga refleksi perkembangan.
  • Pengembangan prestasi, melalui berbagai klub seperti klub akademik, riset, bahasa, tahfidz, olahraga, dan seni sebagai wadah aktualisasi bakat dan minat siswa.

Model pembinaan ini menjadikan mentoring bukan hanya forum belajar agama, tetapi juga sarana pengembangan karakter, kepemimpinan, prestasi, dan potensi diri secara berkelanjutan.

Jumlah Siswa Meningkat, Komitmen Pembinaan Semakin Dikuatkan

Semangat pembinaan yang konsisten turut berjalan seiring dengan meningkatnya kepercayaan masyarakat kepada MA Miftahunnajah Sleman.

Pada Tahun Pelajaran 2025/2026, jumlah peserta didik tercatat 168 siswa. Memasuki Tahun Pelajaran 2026/2027, jumlah tersebut meningkat menjadi 183 siswa.

Peningkatan ini menjadi amanah bagi madrasah untuk terus menghadirkan sistem pembinaan yang terarah, sistematis, dan berkelanjutan. Melalui mentoring pekanan, MA Miftahunnajah meneguhkan komitmennya untuk membentuk generasi yang tidak hanya unggul dalam akademik, tetapi juga memiliki karakter islami, kecintaan terhadap ilmu, serta semangat ngaji sepanjang hayat.

Dengan dimulainya Stadium General ini, seluruh civitas akademika berharap mentoring pekanan benar-benar menjadi budaya belajar yang hidup di lingkungan madrasah. Sebab, keberhasilan pendidikan tidak hanya diukur dari capaian nilai, tetapi juga dari lahirnya generasi yang senantiasa mencintai ilmu, istiqamah dalam majelis taklim, serta siap menjadi pribadi yang berilmu, berakhlak, dan berdaya bagi umat dan bangsa.

admin_

Artikel ini memiliki

0 Komentar

Tinggalkan Komentar