
SLEMAN — Bagaimana mengenal kebesaran Allah melalui alam sekaligus menumbuhkan kepedulian terhadap lingkungan? Pertanyaan tersebut menjadi salah satu pesan penting dalam seminar santri MA Miftahunnajah Sleman bertajuk “Green Lifestyle: Keren Tanpa Merusak Bumi” yang menghadirkan Prof. (Ris.) Dr. Ir. Arif Nirsatmanto, M.Sc., Senin (12/10/2026).
Kegiatan yang berlangsung di Masjid Jami’ Miftahunnajah ini menjadi kesempatan berharga bagi para santri untuk belajar langsung dari seorang peneliti senior yang memiliki pengalaman panjang dalam bidang pemuliaan tanaman dan pengembangan ilmu genetika tanaman.
Lebih dari sekadar seminar, perjumpaan ini memperkenalkan santri pada dunia penelitian tanaman, pentingnya pengamatan ilmiah, serta hubungan antara ilmu pengetahuan, keimanan, dan tanggung jawab manusia dalam menjaga kelestarian bumi.
Kehadiran Prof. Arif juga memiliki nilai tersendiri bagi MA Miftahunnajah. Selain menjadi narasumber seminar, beliau merupakan konsultan riset MA Miftahunnajah, khususnya dalam pengembangan penelitian di bidang tanaman. Kedekatan lokasi tempat tinggal dan kebun riset beliau dengan kompleks Ponpes Aliyah Miftahunnajah membuka peluang pembelajaran yang lebih intensif, kontekstual, dan berkelanjutan bagi para santri.
Prof. (Ris.) Dr. Ir. Arif Nirsatmanto, M.Sc. merupakan peneliti senior yang memiliki kepakaran dalam bidang pemuliaan tanaman, khususnya untuk meningkatkan produktivitas tanaman melalui pendekatan genetik.
Lahir di Pacitan, Jawa Timur, pada 1 November 1968, Prof. Arif menempuh pendidikan magister dan doktor dalam bidang Tree Genetic and Breeding di Kyushu University, Jepang, masing-masing pada 2002 dan 2005. Sejak 1994, beliau telah menekuni kegiatan penelitian yang berkaitan dengan pemuliaan tanaman, terutama jenis Acacia dan Eucalyptus.
Perjalanan panjangnya di dunia penelitian menghasilkan beragam karya ilmiah yang dipublikasikan dalam jurnal bereputasi dan buku. Hingga 2021, beliau juga telah menghasilkan delapan varietas terdaftar serta empat varietas yang memperoleh perlindungan varietas tanaman untuk jenis Acacia dan Eucalyptus.
Dedikasinya dalam bidang inovasi penelitian memperoleh pengakuan melalui Innovation Award dari Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Republik Indonesia dalam kategori Innovative Researcher pada 2019.
Kepakaran Prof. Arif tidak terbatas pada pengembangan varietas tanaman. Kompetensinya juga mencakup konservasi sumber daya genetik, genetika kuantitatif, genetika populasi, seleksi dan uji genetik, persilangan dan perakitan varietas tanaman, budidaya tanaman, biometrika tanaman, hingga verifikasi kualitas produk di industri manufaktur.
Dalam kegiatan pemuliaan tanaman, pendekatan tersebut digunakan untuk mendukung peningkatan produktivitas melalui perbaikan karakter genetik, antara lain pertumbuhan, ketahanan terhadap hama dan penyakit, daya adaptasi, serta hasil produksi.
Latar belakang keilmuan dan pengalaman tersebut menjadi bekal penting dalam mendampingi santri mengenal penelitian tanaman secara lebih mendalam.
Salah satu keistimewaan yang dimiliki MA Miftahunnajah adalah keberadaan Kebun Riset Wonorejo milik Prof Arif yang berada dalam satu kompleks dengan Ponpes Aliyah Miftahunnajah. Kebun riset ini menjadi ruang belajar yang membuka kesempatan bagi para santri untuk mengenal tanaman bukan hanya melalui buku dan penjelasan di ruang kelas, tetapi juga melalui pengamatan langsung di lapangan.
Dengan pendampingan Prof. Arif, santri memiliki peluang untuk belajar mengamati pertumbuhan tanaman, mengenali karakteristiknya, mencatat perubahan yang terjadi, serta memahami bagaimana proses penelitian dilakukan secara sistematis.
Pengalaman tersebut dapat menjadi dasar untuk membangun keterampilan ilmiah, seperti ketelitian, kemampuan mengajukan pertanyaan, menyusun dugaan, mengumpulkan data, dan menarik kesimpulan berdasarkan hasil pengamatan.
Santri juga dapat belajar bahwa sebuah penelitian tidak selalu dimulai dari peralatan yang rumit atau laboratorium modern. Penelitian dapat berawal dari rasa ingin tahu terhadap fenomena sederhana di sekitar, kemudian dikembangkan melalui pengamatan yang terarah, pencatatan yang konsisten, dan pendampingan yang tepat.
Keberadaan kebun riset yang berdekatan dengan lingkungan pesantren memberikan keuntungan tersendiri. Proses belajar dapat dikembangkan secara berkesinambungan, sehingga santri tidak hanya memperoleh pengalaman sesaat, tetapi juga berkesempatan mengikuti perkembangan tanaman dan proses penelitian dalam rentang waktu yang lebih panjang.
Kebun Riset Wonorejo dengan demikian memiliki potensi menjadi laboratorium alam yang mendukung pembelajaran sains, penguatan literasi riset, dan penumbuhan kepedulian lingkungan di lingkungan pesantren.
Kolaborasi MA Miftahunnajah dengan Prof. Arif tidak berhenti pada kegiatan seminar. Beliau juga berperan sebagai konsultan MA Miftahunnajah dalam bidang penelitian tanaman.
Peran tersebut menjadi peluang bagi madrasah untuk mengembangkan pembelajaran berbasis riset dengan memanfaatkan lingkungan sekitar sebagai sumber belajar. Santri dapat diarahkan untuk mengenali persoalan nyata, menentukan objek pengamatan, menyusun pertanyaan penelitian, melakukan pencatatan, dan mengembangkan laporan ilmiah berdasarkan temuan mereka.
Pendampingan dari seorang peneliti berpengalaman diharapkan membantu santri memahami bahwa penelitian memerlukan proses, kesabaran, ketekunan, dan kejujuran dalam mengolah data. Hasil penelitian bukan semata-mata tentang menemukan sesuatu yang baru, melainkan juga tentang membangun cara berpikir ilmiah dan menghasilkan pengetahuan yang bermanfaat.
Kolaborasi ini sekaligus membuka ruang pertemuan antara pendidikan pesantren dan dunia riset. Nilai-nilai keislaman menjadi landasan moral, sedangkan metode ilmiah membantu santri memahami alam secara lebih terukur dan bertanggung jawab.
Bagi MA Miftahunnajah, kesempatan mendapatkan pendampingan langsung dari Prof. Arif merupakan potensi besar untuk mengembangkan budaya penelitian yang dekat dengan kehidupan sehari-hari santri.
Kepala MA Miftahunnajah Sleman, Ustaz Budi Setiyo Prabowo, M.Pd., menyampaikan rasa syukur atas kesempatan berkolaborasi dengan Prof. Arif. Menurutnya, kedekatan lokasi pesantren dengan rumah tinggal dan kebun riset beliau merupakan peluang berharga yang patut dimanfaatkan untuk mendukung perkembangan pendidikan santri.
“Ini merupakan sebuah kesyukuran bagi kami bisa berkolaborasi dan mendapatkan pendampingan dari Prof. Arif. Ini juga menjadi rezeki bagi pesantren karena lokasi pesantren berada dalam satu kompleks dengan rumah tinggal dan kebun riset beliau. Santri memiliki kesempatan untuk belajar, menimba ilmu dari pengalaman beliau, dan melakukan pengamatan langsung terhadap tanaman serta dunia riset,” ungkap Ustaz Budi.
Ia berharap kedekatan tersebut dapat menjadi modal untuk mengembangkan kegiatan penelitian tanaman di MA Miftahunnajah secara lebih terarah dan berkelanjutan. Dengan demikian, santri tidak hanya mengenal sains sebagai mata pelajaran, tetapi juga memperoleh pengalaman nyata tentang bagaimana ilmu pengetahuan dikembangkan dan diterapkan.
Kesempatan belajar dari praktisi dan peneliti secara langsung juga diharapkan mampu menumbuhkan motivasi santri untuk melanjutkan pendidikan, mengembangkan potensi diri, serta berani mengeksplorasi bidang ilmu yang sesuai dengan minat mereka.
Seminar bertajuk “Green Lifestyle: Keren Tanpa Merusak Bumi” menegaskan bahwa kepedulian terhadap lingkungan merupakan bagian penting dari pembentukan karakter generasi muda.
Gaya hidup ramah lingkungan dapat dimulai melalui kebiasaan sederhana, seperti menjaga kebersihan, merawat tanaman, menghemat air, mengurangi sampah, dan menggunakan sumber daya secara bijaksana. Kebiasaan tersebut menjadi semakin bermakna ketika dilandasi kesadaran bahwa alam merupakan amanah yang harus dijaga.
Bagi santri, mengenali alam juga menjadi salah satu jalan untuk merenungi tanda-tanda kebesaran Allah SWT. Keteraturan pertumbuhan tanaman, keanekaragaman hayati, serta hubungan antara makhluk hidup dan lingkungannya menghadirkan ruang pembelajaran yang mempertemukan sains dengan nilai-nilai keimanan.
Melalui seminar, pendampingan riset, dan pemanfaatan Kebun Riset Wonorejo, MA Miftahunnajah berupaya membangun lingkungan pendidikan yang mendorong santri untuk belajar secara aktif, berpikir kritis, dan peduli terhadap keberlanjutan kehidupan.
Ikhtiar ini sejalan dengan visi MA Miftahunnajah Sleman untuk mewujudkan generasi Qur’ani, unggul dalam ilmu pengetahuan dan teknologi, berwawasan lingkungan, serta menjadi insan rahmatan lil ‘alamin.
Dari seminar hingga pengamatan langsung di kebun riset, para santri diajak memahami bahwa ilmu pengetahuan akan semakin bermakna ketika diwujudkan dalam tindakan. Merawat tanaman, menjaga lingkungan, dan mengembangkan penelitian bukan hanya aktivitas akademik, melainkan juga bagian dari ikhtiar menghadirkan kemanfaatan bagi sesama dan alam semesta.
Dengan dukungan dan pendampingan Prof. Arif Nirsatmanto, MA Miftahunnajah berharap Kebun Riset Wonorejo dapat terus berkembang sebagai ruang belajar yang menginspirasi lahirnya santri yang mencintai ilmu, memiliki kepedulian ekologis, dan siap berkontribusi bagi masa depan yang lebih baik.
Tinggalkan Komentar