
Kakan Kemenag Sleman meresmikan PKM MA 2026
SLEMAN — Pekan Kompetisi Madrasah (PKM) 2026 bukan sekadar ajang untuk memperebutkan kemenangan, melainkan ruang pendidikan untuk menggali potensi, mengembangkan keterampilan, dan membentuk karakter murid madrasah. Semangat tersebut menjadi salah satu pesan penting dalam penyelenggaraan PKM 2026 tingkat Kabupaten Sleman yang melibatkan madrasah negeri dan swasta se-Kabupaten Sleman.
Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Sleman, H. Nadhif, S.Ag., M.S.I., menekankan pentingnya memandang kompetisi sebagai bagian dari proses pendidikan yang lebih luas. Melalui PKM, murid tidak hanya memperoleh kesempatan untuk menunjukkan kemampuan, tetapi juga belajar membangun sportivitas, memperluas pengalaman, serta mengembangkan potensi diri sebagai bekal menghadapi masa depan.
PKM Kabupaten Sleman 2026 diselenggarakan pada 6–7 Oktober 2026 dengan mempertandingkan 30 cabang lomba di tiga lokasi, yaitu MAN 5 Sleman, Lapangan Keceme, dan GOR Margoagung. Kegiatan ini diikuti oleh 1.124 peserta didik dari 29 madrasah negeri dan swasta se-Kabupaten Sleman.
Di antara madrasah yang turut berpartisipasi adalah MA Miftahunnajah Sleman. Keikutsertaan ini menjadi wujud dukungan madrasah terhadap upaya bersama dalam menciptakan ruang pembelajaran yang mendorong murid untuk berkembang, berani mencoba, dan mengoptimalkan kemampuan yang dimiliki.
Dalam sambutannya, H. Nadhif menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang berkolaborasi menyukseskan PKM 2026. Menurutnya, kegiatan ini memiliki nilai edukatif yang perlu terus diperkuat agar tidak berhenti pada persaingan memperoleh gelar juara.
Kompetisi memberikan kesempatan kepada murid untuk mengenali kemampuan diri, mengukur hasil latihan, dan memperoleh pengalaman baru. Berbagai cabang lomba juga membuka ruang bagi keberagaman bakat, baik dalam bidang keagamaan, akademik, seni, maupun olahraga.
H. Nadhif turut menyoroti tantangan pendidikan di tengah perkembangan teknologi, termasuk kehadiran Artificial Intelligence (AI). Kemajuan teknologi menuntut murid untuk tidak hanya menguasai informasi, tetapi juga mampu berpikir kritis, kreatif, analitis, dan etis dalam menggunakannya.
Dalam konteks tersebut, kegiatan seperti PKM menjadi salah satu sarana pembelajaran yang memberi kesempatan kepada murid untuk menerapkan kemampuan, mengambil keputusan, menghadapi tantangan, dan mengembangkan kepercayaan diri.
Pengembangan potensi tersebut tentu membutuhkan dukungan berkelanjutan dari madrasah, guru, keluarga, dan lingkungan masyarakat. Kolaborasi berbagai pihak menjadi fondasi penting agar setiap murid memperoleh kesempatan untuk berkembang sesuai dengan bakat dan minatnya.
Sebagai bagian dari keluarga besar madrasah di Kabupaten Sleman, MA Miftahunnajah Sleman turut mengambil bagian dalam PKM 2026. Partisipasi ini bukan semata-mata untuk mengikuti perlombaan, melainkan juga menjadi bagian dari ikhtiar pendidikan dalam memberikan pengalaman belajar yang lebih luas kepada para santri.
Melalui keikutsertaan tersebut, para santri memperoleh kesempatan untuk berinteraksi dengan peserta dari madrasah lain, menguji kemampuan, membangun keberanian, serta belajar menghargai perbedaan dan keunggulan masing-masing.
Pertemuan antarmadrasah dalam sebuah kompetisi juga menghadirkan ruang untuk mempererat silaturahmi dan menumbuhkan semangat kebersamaan. Setiap peserta datang dengan persiapan dan kemampuan yang berbeda, tetapi semuanya memiliki tujuan yang sama, yakni belajar, berkembang, dan memberikan yang terbaik.
Bagi MA Miftahunnajah Sleman, pengalaman ini menjadi bagian dari proses pembinaan santri secara menyeluruh. Pendidikan tidak hanya berlangsung di dalam kelas atau melalui kegiatan rutin di lingkungan pesantren, tetapi juga melalui pengalaman nyata yang melatih kemandirian, kedisiplinan, tanggung jawab, dan kemampuan beradaptasi.
Dengan demikian, partisipasi dalam PKM menjadi salah satu bentuk dukungan MA Miftahunnajah Sleman terhadap harapan Kementerian Agama agar kompetisi madrasah benar-benar menjadi ruang pertumbuhan potensi sekaligus pembentukan karakter murid.
Nilai pendidikan dalam PKM tidak hanya ditentukan oleh hasil akhir perlombaan. Proses persiapan, kesungguhan berlatih, kedisiplinan mengikuti aturan, dan kemampuan menghadapi tantangan merupakan bagian penting yang membentuk pengalaman belajar murid.
Dalam penutupan PKM Sleman 2026, pesan tentang sportivitas kembali ditekankan melalui semangat ridha atas kemenangan dan ikhlas menerima hasil. Pesan ini mengingatkan bahwa setiap peserta perlu menyikapi hasil kompetisi secara dewasa.
Murid yang memperoleh kemenangan diharapkan mampu bersyukur dan tetap rendah hati. Sementara itu, mereka yang belum mencapai hasil yang diharapkan perlu menerima hasil tersebut dengan lapang dada dan menjadikannya sebagai bahan evaluasi untuk meningkatkan kemampuan pada kesempatan berikutnya.
Sikap tersebut penting ditanamkan sejak dini agar murid memahami bahwa keberhasilan tidak selalu diukur dari penghargaan yang diperoleh. Kemauan untuk terus belajar, keberanian mencoba kembali, dan kesediaan menghargai orang lain merupakan bagian dari keberhasilan dalam proses pendidikan.
Bagi santri MA Miftahunnajah Sleman, nilai-nilai ini sejalan dengan pembinaan karakter di lingkungan madrasah dan pesantren. Prestasi dan kompetisi diharapkan menjadi sarana untuk menguatkan akhlak, membangun daya juang, serta menumbuhkan kesadaran bahwa setiap pengalaman dapat memberikan pelajaran berharga.
Penyelenggaraan PKM 2026 juga menegaskan pentingnya kolaborasi dalam membangun ekosistem pendidikan madrasah. Keterlibatan berbagai madrasah dalam satu kegiatan memberikan kesempatan untuk saling mengenal, berbagi pengalaman, dan memperkuat semangat memajukan pendidikan.
Kepala Kankemenag Sleman, H. Nadhif, S.Ag., M.S.I., turut menekankan pentingnya sinergi antara madrasah, keluarga, dan masyarakat dalam mendukung perkembangan murid. Pembentukan generasi yang unggul membutuhkan lingkungan yang tidak hanya memberikan pengetahuan, tetapi juga menanamkan nilai moral, tanggung jawab, dan kepedulian sosial.
Semangat kolaborasi ini menjadi relevan bagi seluruh madrasah peserta PKM, termasuk MA Miftahunnajah Sleman. Partisipasi bersama madrasah lainnya menunjukkan bahwa pengembangan potensi murid merupakan tanggung jawab bersama, bukan hanya agenda satu lembaga pendidikan.
Melalui kegiatan seperti PKM, madrasah dapat terus memperluas pengalaman belajar murid sekaligus memperkuat komitmen untuk menghadirkan pendidikan yang memperhatikan perkembangan akademik, keterampilan, dan karakter secara seimbang.
Keikutsertaan MA Miftahunnajah Sleman dalam PKM 2026 merupakan bagian dari upaya mewujudkan pendidikan yang memberikan ruang bagi setiap santri untuk berkembang. Pengalaman berkompetisi diharapkan mampu mendorong santri semakin percaya diri, tekun berlatih, berani menghadapi tantangan, dan terbuka terhadap proses evaluasi diri.
Harapan tersebut sejalan dengan cita-cita MA Miftahunnajah Sleman dalam membentuk generasi Qur’ani yang unggul dalam ilmu pengetahuan dan teknologi, berakhlak mulia, serta memiliki kepedulian terhadap lingkungan dan masyarakat.
Pada akhirnya, PKM bukan hanya tentang siapa yang menjadi juara, tetapi tentang bagaimana setiap peserta memperoleh pengalaman yang bermakna bagi pertumbuhan dirinya. Kompetisi menjadi sarana untuk belajar mengenali potensi, menghargai proses, mempererat persaudaraan, dan membangun karakter yang kuat.
Dengan partisipasi MA Miftahunnajah Sleman bersama madrasah lainnya di Kabupaten Sleman, semangat PKM 2026 diharapkan terus tumbuh sebagai gerakan bersama untuk menghadirkan generasi madrasah yang tidak hanya memiliki kemampuan dan prestasi, tetapi juga menjunjung tinggi sportivitas, integritas, dan akhlak mulia.

Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Sleman beserta Kasi Pendidikan Madrasah Kab. Sleman dan jajarannya

KakanKemenag Sleman membuka PKM MA Sleman 2026
Tinggalkan Komentar