• MA MIFTAHUNNAJAH SLEMAN
  • Qur'ani, Saintis, Berwawasan Lingkungan --- Never Ending To Grow---
  • ma.miftahunnajahsleman@gmail.com
  • 089508304238 / 0895392685122
  • RSS
  • Pencarian

TARHIB RAMADHAN: "la`allahum yattaqun"

Ust. Muhammad Ridwan Andi Purnomo, S.T., M.Sc., Ph.D.

Ramadhan bukan sekadar bulan biasa. Ia adalah tamu agung yang datang membawa ampunan, rahmat, dan kesempatan besar untuk berubah. Maka hal pertama yang harus ada dalam diri kita adalah bergembira menyambutnya.

Namun, seseorang tidak akan bisa bergembira kecuali ia memahami. Semakin kita memahami hakikat Ramadhan, semakin hati kita bergetar menyambutnya.


1. Iman: Modal Utama Menghadapi Ramadhan

Allah berfirman dalam:

Al-Qur'an Surah Yunus ayat 100

Iman bukan sekadar pilihan manusia, tetapi karunia dari Allah. Kita dipilih menjadi orang beriman. Maka ujian bagi orang beriman adalah:
Apakah ia mau menggunakan akalnya?

Salah satu bentuk penggunaan akal adalah mempelajari agama. Belajar, memahami syariat, menghadiri majelis ilmu — itulah bukti kita menjaga iman.

Allah juga mengingatkan dalam:

Al-Qur'an Surah Al-Baqarah ayat 8

Ada orang yang mengaku beriman, namun Allah belum mengakui keimanannya. Iman bukan sekadar klaim, tetapi sikap hidup.

Dalam:

Al-Qur'an Surah Al-Hujurat ayat 7

Allah menggambarkan indahnya iman:

  • Membenci kekufuran

  • Membenci kefasikan

  • Membenci kedurhakaan

Kufur bukan hanya tidak percaya kepada Allah. Menggunakan nikmat Allah untuk bermaksiat juga bentuk kekufuran.
Fasik adalah tahu itu dosa, tetapi tetap melakukannya.
Durhaka adalah meremehkan dosa.

Para salaf dahulu sangat sensitif terhadap dosa. Sementara kita sering menganggap dosa kecil itu ringan, padahal bisa menumpuk dan menjadi besar di sisi Allah.


2. Mengapa Puasa Diwajibkan?

Allah menggunakan kata "كُتِبَ" (kutiba) dalam beberapa perintah yang terasa berat, seperti dalam:

  • Al-Baqarah: 178

  • Al-Baqarah: 180

  • Al-Baqarah: 183

  • Al-Baqarah: 216

Kata kutiba menunjukkan kewajiban atas sesuatu yang berat bagi jiwa.

Allah mewajibkan puasa karena di baliknya ada kebaikan besar. Jika tidak diwajibkan, manusia akan lemah melaksanakannya.

Tujuan puasa disebutkan dalam beberapa ayat:

  • لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ (agar kalian bertakwa)

  • خَيْرٌ لَّكُمْ (itu lebih baik bagi kalian)

  • لَعَلَّكُمْ تَشْكُرُونَ (agar kalian bersyukur)

  • لَعَلَّهُمْ يَرْشُدُونَ (agar mereka mendapat petunjuk)

  • لَعَلَّهُمْ يَتَّقُونَ

Kata لعل berarti harapan — artinya belum tentu kita mendapatkannya. Maka Ramadhan bukan otomatis menjadikan kita bertakwa. Ia tergantung pada kesungguhan kita.


3. Ramadhan: Bulan Panen Pahala

Ramadhan adalah musim panen. Allah “mengobral” pahala dan maghfirah. Sungguh rugi jika kita melewatkannya.

Dalam:

Al-Qur'an Surah Al-Baqarah ayat 184

Allah menyebut puasa hanya beberapa hari yang terbatas:
أَيَّامًا مَعْدُودَاتٍ — hari-hari yang terhitung.

Hanya sebentar. Tetapi dampaknya bisa mengubah hidup.

Keutamaan Ramadhan terletak pada turunnya Al-Qur’an. Maka cara meningkatkan kebahagiaan kita adalah dengan meningkatkan interaksi dengan Al-Qur’an:

  1. Membaca dengan lisan

  2. Mentadabburi maknanya

  3. Mendidik jiwa dengannya

Barang siapa mengikuti huda (petunjuk), ia tidak akan takut dan tidak bersedih. Bahagia menurut Al-Qur’an adalah hati yang tidak dikuasai rasa takut dan sedih.


4. Puasa yang Ideologis, Bukan Sekadar Biologis

Ada perbedaan antara صَوْم (shoum) dan صِيَام (shiyam).

  • Shoum sekadar menahan lapar dan haus.

  • Shiyam adalah puasa yang mengikuti cara Rasulullah — puasa yang membentuk cara berpikir, sikap, dan karakter.

Puasa yang benar melemahkan aliran darah sehingga syaitan melemah, karena ia mengikuti aliran darah manusia. Maka puasa bukan sekadar menahan makan, tetapi melatih jiwa.

Yang sering membuat berat adalah pikiran kita sendiri.


5. Shalat: Penjaga Kehidupan

Allah memerintahkan:

حَافِظُوا عَلَى الصَّلَوَاتِ

Bukan sekadar lakukan, tetapi jaga.

Orang mukmin menunggu waktu shalat. Sambil menunggu, ia belajar, bekerja, berdzikir.

Jika kita meninggalkan pekerjaan karena shalat, urusan kita tidak akan berantakan. Tetapi jika kita meninggalkan shalat demi pekerjaan, sesungguhnya kita menyerahkan urusan kepada diri sendiri.

Ingat kisah Qarun — ia merasa hartanya hasil jerih payahnya sendiri.

Padahal Allah berfirman:

وَمَن يَتَوَكَّلْ عَلَى اللَّهِ فَهُوَ حَسْبُهُ

Barang siapa bertawakkal kepada Allah, maka Allah cukup baginya.


6. Musibah dan Rezeki

Dalam:

Al-Qur'an Surah Asy-Syura ayat 30

Kesulitan sering kali akibat dosa kita sendiri.

Jika Allah memberi kesulitan, itu bisa jadi bentuk kebaikan agar kita kembali.
Jika Allah mengampuni dosa, musibah pun terangkat.

Setiap makhluk telah dijamin rezekinya. Jika ada yang kekurangan, bukan karena Allah tidak memberi, tetapi karena haknya mungkin masih dipegang orang lain. Maka Islam melarang kezaliman dan memerintahkan menunaikan hak.

Allah adalah sebaik-baik Pemberi Rezeki.


7. Waktu Mustajab dan Kedekatan Allah

Saat berbuka bukan sekadar waktu makan. Itu adalah waktu doa.

Allah sangat dekat dengan orang yang berpuasa. Maka jangan jadikan waktu berbuka sebagai waktu mundur untuk menyegerakan makanan, tetapi jadikan ia kesempatan meminta ampunan dan hajat kepada Allah.


8. Bersyukur atas Kewajiban

Ketika Allah mewajibkan sesuatu, katakan: Alhamdulillah.

Karena jika kebaikan itu tidak diwajibkan, mungkin kita tak akan sanggup melakukannya.

Syaitan selalu menipu. Bahkan Nabi Adam pernah tertipu. Syaitan menakut-nakuti dengan kefakiran. Padahal Allah tidak mungkin menyia-nyiakan hamba yang bertawakkal kepada-Nya.


Penutup: Ramadhan adalah Kebutuhan Kita

Puasa bukan karena Allah membutuhkan kita.
Justru kitalah yang membutuhkan puasa.

Kita butuh dibersihkan.
Kita butuh dilatih.
Kita butuh didekatkan kembali kepada Allah.

Maka mumpung Allah membuka pintu maghfirah selebar-lebarnya, mari kita siapkan iman, siapkan hati, siapkan jiwa.

Semoga Ramadhan kali ini bukan sekadar rutinitas, tetapi menjadi titik balik menuju taqwa yang sebenarnya.

Aamiin.

Komentari Tulisan Ini
Tulisan Lainnya
Hari Pengambilan Rapor dan Kepulangan Santri MA Miftahunnajah Sleman: Pulang ke Rumah, Tetap Menjadi Santri

Sleman, 20 Juni 2026 – Suasana haru dan bahagia menyelimuti lingkungan MA Miftahunnajah Sleman pada Sabtu, 20 Juni 2026. Hari tersebut menjadi momentum penting bagi seluruh santri

21/06/2026 09:05 - Oleh Administrator - Dilihat 68 kali
Tembus 44 Peserta di 9 Bidang Lomba! MA Miftahunnajah Sleman Sukses Gelar OSN-K 2026, Bukti Nyata Program “Satu Anak Satu Prestasi”

Sleman, 19 Juni 2026 – MA Miftahunnajah Sleman kembali membuktikan komitmennya dalam membangun budaya prestasi yang inklusif dan berkeadilan melalui keikutsertaan aktif dalam Olim

20/06/2026 05:25 - Oleh Administrator - Dilihat 87 kali
Bentengi Santri dari Berbagai Risiko, Direktur Pondok Pesantren Miftahunnajah Ikuti Pelatihan Khusus Pesantren Ramah Anak demi Wujudkan Generasi Qur’ani Berprestasi Mendunia

Sleman, 18 Juni 2026 – Di tengah meningkatnya tantangan dunia pendidikan dan kompleksitas permasalahan yang dihadapi remaja saat ini, Pondok Pesantren Modern Miftahunnajah kembali

19/06/2026 11:02 - Oleh Administrator - Dilihat 53 kali
Dari Ketua OSIS, Hafidzah 8 Juz, hingga Lolos PTN : Shafiyya Alya Rabbani Dinobatkan sebagai Wisudawati Terbaik MA Miftahunnajah Sleman 2025/2026

Sleman, 07 Juni 2026 – Haflah Akhirussanah Pondok Pesantren Modern Miftahunnajah Tahun Ajaran 2025/2026 menghadirkan banyak kisah inspiratif. Salah satu yang paling membanggakan a

17/06/2026 10:48 - Oleh Administrator - Dilihat 31 kali
Wisudawan Terbaik MA Miftahunnajah Sleman 2026: Hafal 20 Juz Al-Qur’an, Publikasikan Karya Ilmiah Nasional, Diterima di Dua PTN Favorit, Muhammad Faqih Amrullah Buktikan Santri Mampu Menjadi Pemimpin Peradaban

Sleman, 07 Juni 2026 – Setiap angkatan memiliki sosok yang menjadi representasi dari semangat, perjuangan, dan cita-cita besar sebuah lembaga pendidikan. Pada Haflah Akhirussanah

17/06/2026 09:34 - Oleh Administrator - Dilihat 135 kali
Dibesarkan di Lingkungan Pesantren, Lolos Ilmu Fisika ITS Surabaya! Kisah Hukma Attaqiya Buktikan Santri Bisa Bersinar di Dunia Sains Tanpa Meninggalkan Nilai-Nilai Keislaman

Sleman, 07 Juni 2026 – Di tengah gegap gempita Haflah Akhirussanah MA Miftahunnajah Sleman Tahun Ajaran 2025/2026, terselip kisah inspiratif seorang wisudawan yang berhasil membuk

16/06/2026 05:29 - Oleh Administrator - Dilihat 282 kali
Keteguhan Berbuah Manis: Hisyam Abdul Halim Lolos SNBT 2026 dan Raih Impian Kuliah Statistika di UNS

SLEMAN – Kerja keras, keteguhan, dan konsistensi akhirnya mengantarkan Hisyam Abdul Halim, wisudawan angkatan 6 MA Miftahunnajah Sleman, meraih cita-cita yang telah ia bidik sejak

15/06/2026 15:08 - Oleh Administrator - Dilihat 55 kali
Dari Gelanggang Juara ke Kampus Impian! Tiga Atlet Silat MA Miftahunnajah Sleman Taklukkan Prestasi Nasional dan Sukses Tembus Perguruan Tinggi Favorit

Sleman, 07 Juni 2026 – Haflah Akhirussanah Pondok Pesantren Modern (PPM) Miftahunnajah Sleman Tahun Ajaran 2025/2026 menjadi momentum yang penuh kebanggaan dan haru. Di tenga

15/06/2026 05:08 - Oleh Administrator - Dilihat 146 kali
Tangis Haru Pecah di Haflah Akhirussanah! Calon Mahasiswa UNDIP Ini Sampaikan Pesan Menyentuh tentang Orang Tua dan Madrasah yang Mengubah Masa Depannya

Sleman, 07 Juni 2026 – Suasana Aula Haflah Akhirussanah MA Miftahunnajah Sleman Tahun Ajaran 2025/2026 mendadak hening. Ratusan pasang mata tertuju ke atas panggung saat seorang w

14/06/2026 08:02 - Oleh Administrator - Dilihat 164 kali
Hafidz 30 Juz serta Lolos S1 Kimia UGM, Alvin Cahya Firmansyah Buktikan Al-Qur'an dan Sains Bisa Berjalan Beriringan

Sleman – Kabar membanggakan kembali datang dari MA Miftahunnajah Sleman. Salah satu alumninya, Alvin Cahya Firmansyah A., berhasil diterima di Program Studi S1 Kimia Universitas G

13/06/2026 14:56 - Oleh Administrator - Dilihat 299 kali