TARHIB RAMADHAN: "la`allahum yattaqun"
Ust. Muhammad Ridwan Andi Purnomo, S.T., M.Sc., Ph.D.
Ramadhan bukan sekadar bulan biasa. Ia adalah tamu agung yang datang membawa ampunan, rahmat, dan kesempatan besar untuk berubah. Maka hal pertama yang harus ada dalam diri kita adalah bergembira menyambutnya.
Namun, seseorang tidak akan bisa bergembira kecuali ia memahami. Semakin kita memahami hakikat Ramadhan, semakin hati kita bergetar menyambutnya.
1. Iman: Modal Utama Menghadapi Ramadhan
Allah berfirman dalam:
Al-Qur'an Surah Yunus ayat 100
Iman bukan sekadar pilihan manusia, tetapi karunia dari Allah. Kita dipilih menjadi orang beriman. Maka ujian bagi orang beriman adalah:
Apakah ia mau menggunakan akalnya?
Salah satu bentuk penggunaan akal adalah mempelajari agama. Belajar, memahami syariat, menghadiri majelis ilmu — itulah bukti kita menjaga iman.
Allah juga mengingatkan dalam:
Al-Qur'an Surah Al-Baqarah ayat 8
Ada orang yang mengaku beriman, namun Allah belum mengakui keimanannya. Iman bukan sekadar klaim, tetapi sikap hidup.
Dalam:
Al-Qur'an Surah Al-Hujurat ayat 7
Allah menggambarkan indahnya iman:
-
Membenci kekufuran
-
Membenci kefasikan
-
Membenci kedurhakaan
Kufur bukan hanya tidak percaya kepada Allah. Menggunakan nikmat Allah untuk bermaksiat juga bentuk kekufuran.
Fasik adalah tahu itu dosa, tetapi tetap melakukannya.
Durhaka adalah meremehkan dosa.
Para salaf dahulu sangat sensitif terhadap dosa. Sementara kita sering menganggap dosa kecil itu ringan, padahal bisa menumpuk dan menjadi besar di sisi Allah.
2. Mengapa Puasa Diwajibkan?
Allah menggunakan kata "كُتِبَ" (kutiba) dalam beberapa perintah yang terasa berat, seperti dalam:
-
Al-Baqarah: 178
-
Al-Baqarah: 180
-
Al-Baqarah: 183
-
Al-Baqarah: 216
Kata kutiba menunjukkan kewajiban atas sesuatu yang berat bagi jiwa.
Allah mewajibkan puasa karena di baliknya ada kebaikan besar. Jika tidak diwajibkan, manusia akan lemah melaksanakannya.
Tujuan puasa disebutkan dalam beberapa ayat:
-
لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ (agar kalian bertakwa)
-
خَيْرٌ لَّكُمْ (itu lebih baik bagi kalian)
-
لَعَلَّكُمْ تَشْكُرُونَ (agar kalian bersyukur)
-
لَعَلَّهُمْ يَرْشُدُونَ (agar mereka mendapat petunjuk)
-
لَعَلَّهُمْ يَتَّقُونَ
Kata لعل berarti harapan — artinya belum tentu kita mendapatkannya. Maka Ramadhan bukan otomatis menjadikan kita bertakwa. Ia tergantung pada kesungguhan kita.
3. Ramadhan: Bulan Panen Pahala
Ramadhan adalah musim panen. Allah “mengobral” pahala dan maghfirah. Sungguh rugi jika kita melewatkannya.
Dalam:
Al-Qur'an Surah Al-Baqarah ayat 184
Allah menyebut puasa hanya beberapa hari yang terbatas:
أَيَّامًا مَعْدُودَاتٍ — hari-hari yang terhitung.
Hanya sebentar. Tetapi dampaknya bisa mengubah hidup.
Keutamaan Ramadhan terletak pada turunnya Al-Qur’an. Maka cara meningkatkan kebahagiaan kita adalah dengan meningkatkan interaksi dengan Al-Qur’an:
-
Membaca dengan lisan
-
Mentadabburi maknanya
-
Mendidik jiwa dengannya
Barang siapa mengikuti huda (petunjuk), ia tidak akan takut dan tidak bersedih. Bahagia menurut Al-Qur’an adalah hati yang tidak dikuasai rasa takut dan sedih.
4. Puasa yang Ideologis, Bukan Sekadar Biologis
Ada perbedaan antara صَوْم (shoum) dan صِيَام (shiyam).
-
Shoum sekadar menahan lapar dan haus.
-
Shiyam adalah puasa yang mengikuti cara Rasulullah — puasa yang membentuk cara berpikir, sikap, dan karakter.
Puasa yang benar melemahkan aliran darah sehingga syaitan melemah, karena ia mengikuti aliran darah manusia. Maka puasa bukan sekadar menahan makan, tetapi melatih jiwa.
Yang sering membuat berat adalah pikiran kita sendiri.
5. Shalat: Penjaga Kehidupan
Allah memerintahkan:
حَافِظُوا عَلَى الصَّلَوَاتِ
Bukan sekadar lakukan, tetapi jaga.
Orang mukmin menunggu waktu shalat. Sambil menunggu, ia belajar, bekerja, berdzikir.
Jika kita meninggalkan pekerjaan karena shalat, urusan kita tidak akan berantakan. Tetapi jika kita meninggalkan shalat demi pekerjaan, sesungguhnya kita menyerahkan urusan kepada diri sendiri.
Ingat kisah Qarun — ia merasa hartanya hasil jerih payahnya sendiri.
Padahal Allah berfirman:
وَمَن يَتَوَكَّلْ عَلَى اللَّهِ فَهُوَ حَسْبُهُ
Barang siapa bertawakkal kepada Allah, maka Allah cukup baginya.
6. Musibah dan Rezeki
Dalam:
Al-Qur'an Surah Asy-Syura ayat 30
Kesulitan sering kali akibat dosa kita sendiri.
Jika Allah memberi kesulitan, itu bisa jadi bentuk kebaikan agar kita kembali.
Jika Allah mengampuni dosa, musibah pun terangkat.
Setiap makhluk telah dijamin rezekinya. Jika ada yang kekurangan, bukan karena Allah tidak memberi, tetapi karena haknya mungkin masih dipegang orang lain. Maka Islam melarang kezaliman dan memerintahkan menunaikan hak.
Allah adalah sebaik-baik Pemberi Rezeki.
7. Waktu Mustajab dan Kedekatan Allah
Saat berbuka bukan sekadar waktu makan. Itu adalah waktu doa.
Allah sangat dekat dengan orang yang berpuasa. Maka jangan jadikan waktu berbuka sebagai waktu mundur untuk menyegerakan makanan, tetapi jadikan ia kesempatan meminta ampunan dan hajat kepada Allah.
8. Bersyukur atas Kewajiban
Ketika Allah mewajibkan sesuatu, katakan: Alhamdulillah.
Karena jika kebaikan itu tidak diwajibkan, mungkin kita tak akan sanggup melakukannya.
Syaitan selalu menipu. Bahkan Nabi Adam pernah tertipu. Syaitan menakut-nakuti dengan kefakiran. Padahal Allah tidak mungkin menyia-nyiakan hamba yang bertawakkal kepada-Nya.
Penutup: Ramadhan adalah Kebutuhan Kita
Puasa bukan karena Allah membutuhkan kita.
Justru kitalah yang membutuhkan puasa.
Kita butuh dibersihkan.
Kita butuh dilatih.
Kita butuh didekatkan kembali kepada Allah.
Maka mumpung Allah membuka pintu maghfirah selebar-lebarnya, mari kita siapkan iman, siapkan hati, siapkan jiwa.
Semoga Ramadhan kali ini bukan sekadar rutinitas, tetapi menjadi titik balik menuju taqwa yang sebenarnya.
Aamiin.
Komentari Tulisan Ini
Tulisan Lainnya
MA Miftahunnajah Sleman Gelar Sosialisasi Penerimaan Mahasiswa Baru STTKD
Sleman – Jum’at, 27 Februari 2026, MA Miftahunnajah Sleman bekerja sama dengan Sekolah Tinggi Teknologi Kedirgantaraan Yogyakarta (STTKD) melaksanakan kegiatan sosialisasi P
MA Miftahunnajah Sleman Raih Peringkat 4 TKA 2025 Se-DIY, Bukti Konsistensi Mutu dan Penguatan Studi Lanjut
MA Miftahunnajah Sleman kembali menegaskan komitmennya dalam menjaga mutu pendidikan melalui capaian membanggakan pada Tes Kemampuan Akademik (TKA) Tahun 2025 tingkat Daerah Istimewa Yo
MA Miftahunnajah Sleman Jalin Kerja Sama dengan Salimah Sleman Siapkan Program “Serasi Belia” bagi Siswa Kelas XII
Sleman (3/2/2026) — Madrasah Aliyah (MA) Miftahunnajah Sleman menjalin kerja sama strategis dengan organisasi perempuan Persaudaraan Muslimah (Salimah) Kabupaten Sleman dalam rang
MA Miftahunnajah Sleman Gaungkan Pentingnya Kesehatan Mental dan Fisik Remaja
Sleman – Kesadaran akan pentingnya kesehatan mental dan fisik di kalangan remaja terus menjadi perhatian serius Madrasah Aliyah Miftahunnajah Sleman. Hal ini diwujudkan melalui ke
Pembinaan Rutin Asatidz, Guru, dan Karyawan Miftahunnajah: Menegur Tanpa Melukai, Mendidik Tanpa Menghakimi
Miftahunnajah — Pondok Pesantren Miftahunnajah kembali menggelar kegiatan pembinaan rutin bagi asatidz, guru, dan karyawan sebagai bagian dari ikhtiar meningkatkan kualitas pendid
Strategi Bangun Generasi Tembus PTN: MA Miftahunnajah Sleman Perkuat Tren Positif Sukses Studi Lanjut Lewat Program Jam Ke-0 SNBT 2026
Sleman, 19 Januari 2026. MA Miftahunnajah Sleman terus memperkuat komitmennya dalam mengantarkan siswa menuju perguruan tinggi melalui penguatan Program Sukses Studi Lanjut (SSL). Melan
OSAMI Resmi Dilantik, MA Miftahunnajah Sleman Tegaskan Identitas Madrasah Berbasis Kepesantrenan
Sleman — MA Miftahunnajah Sleman secara resmi melaksanakan Pelantikan Pengurus OSAMI (Organisasi Santri MA Miftahunnajah Sleman) pada Kamis, 16 Januari 2026. Pelantikan ini menjad
MA Miftahunnajah Sleman Perkuat Program Unggulan Bimbingan Belajar SNBT 2026 bagi Siswa Kelas XII
Sleman, 17 Januari 2025 — MA Miftahunnajah Sleman terus menunjukkan komitmennya dalam mendampingi peserta didik menuju jenjang pendidikan tinggi melalui penguatan program unggulan
Miftahunnajah Berkisah #5 Sukses Digelar, Ribuan Anak Khidmat Peringati Isra’ Mi’raj di MA Miftahunnajah Sleman
Sleman – MA Miftahunnajah Sleman bekerja sama dengan BADKO Kecamatan Ngaglik, Kabupaten Sleman, sukses menggelar kegiatan Miftahunnajah Berkisah #5 pada Kamis, 16 Januari 2026. Ke
Miftahunnajah Berkisah #5: Belajar Iman dan Cinta Pesantren Lewat Kisah Inspiratif
PPM Miftahunnajah – Jenjang Aliyah kembali menghadirkan agenda inspiratif dan penuh keceriaan dalam rangka penguatan karakter dan keimanan generasi muda, melalui kegiatan:
