MENU

Sejarah

Miftahunnajah Islamic Boarding School (M-IBS) merupakan lembaga pendidikan dibawah naungan Yayasan Pelita Umat Yogyakarta. Ponpes ini merupakan penjelmaan ide dan gagasan dari Ust. Didik Purwodarsono selaku pendiri yayasan Pelita Umat. Pada pertengahan Desember 2009, ide dan gagasan Beliau dimantapkan dan direalisasikan. Maka dibentuklah tim perintisan dan pendirian pesantren yang sebagian besar terdiri dari alumni pesantren Takwinul Muballighin. Tim tersebut terdiri dari Muahamad Mujari, S.T, Kustriyanto, S.Sos.I, Ibnu Asakir, S.Pd, Pradana Kurniawan, S.Pd, Heri Purnomo, S.Pd.I.

Setelah melakukan bebarapa kali rapat kerja tim, melakukan survey lapangan dan studi akhirnya diputuskan didirikanlah Pesantren Modern yang sekaligus melakukan pendidikan formal setingkat SMP. Ide dasar konsep pesantren ini adalah QS. Al-Isra’ ayat 84

"Katakanlah: "Tiap-tiap orang berbuat menurut keadaannya masing-masing". Maka Tuhanmu lebih mengetahui siapa yang lebih benar jalannya. (Note: termasuk dalam pengertian keadaan disini ialah tabiat dan pengaruh alam sekitarnya.)"

Berdasarkan amanat ayat di atas, maka pesantren diformat dalam bentuk integral, sehingga dalam pengelolaannya ke depan harus benar-benar bisa memadukan antara nilai-nilai keIslaman dengan keilmuan (intelektual) dan ketrampilan (skill) dengan output minimal berupa siswa yang memiliki aqidah lurus, mandiri dan produktif, sesuai dengan keadaannya (potensi/bakat/ kecenderungan) masing-masing.

Target peserta didik dari kelompok dengan intelegensi rata-rata sedang (menengah ke bawah) yang kebanyakan belum tergarap oleh lembaga pendidikan yang ada.
Kelompok santri berdasarkan kemampuan pembiayaan dibagi menjadi 3 bagian
Pertama, 30 % untuk siswa yang benar-benar gratis (free) dana ditanggung oleh orang tua asuh
Kedua, 30% untuk siswa yang hanya membayar biaya kebutuhan hidup dengan biaya pendidikan gratis, diutamakan untuk anak-anak para aktivis dakwah
Ketiga, 40% untuk siswa yang membayar kompensasi pendidikan 100% atau bahkan lebih, untuk anak-anak para aghniya’

Proses Menuju Pendirian Pendidikan Formal

KOMENTAR